Pramono Buka Suara Soal Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 11:19
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penemuan 995 senjata, narkoba, serta sejumlah barang lainnya di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia menuturkan, peristiwa tersebut merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan.

Orang nomor satu di DKI tersebut memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memberikan dukungan penuh kepada Polda Metro Jaya dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Menurutnya, temuan ratusan senjata beserta barang bukti lainnya di lingkungan sekolah menjadi kejadian yang sangat mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Ia menilai keberadaan senjata dan narkoba di institusi pendidikan bertentangan dengan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan kondusif bagi peserta didik.

Baca Juga: Ini Kronologi Penemuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel

"Apa yang terjadi di sekolah swasta di Kebayoran Lama yang ditemukan sangat mengejutkan, senjata jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba, dan juga ada hal-hal lain. Pertanyaannya apakah itu boleh? Jawabannya singkat aja, sangat tidak boleh," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pramono juga menyatakan, penanganan perkara kini telah berada di tangan aparat penegak hukum. Seluruh barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan <b>(Antara)</b> Temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Antara)

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan mendukung langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar hukum.

Ia juga menyebut yayasan yang menaungi sekolah tersebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan pihak yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

"Walaupun yang bersangkutan sudah dipecat dari yayasan yang ada, tetapi mengenai apa yang harus dilakukan, maka karena sudah ditangani aparat penegak hukum dan sudah turun di lapangan dan sudah melihat bukti-bukti yang ada dan sekarang sudah dibawa ke Polda Metro Jaya," ujarnya.

Pramono menegaskan dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan terbebas dari segala bentuk tindak pidana, termasuk kepemilikan senjata maupun penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai kasus tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh penyelenggara pendidikan agar memperkuat pengawasan serta memastikan lingkungan sekolah tetap kondusif bagi proses belajar mengajar.

"Maka Pemerintah DKI memberikan support sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini. Karena apa pun di dunia pendidikan yang seperti ini tidak boleh terjadi," tutup Pramono.

HIGHLIGHT

x|close