Siswi Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Nasional, Istana: Bangga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 16:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kebanggaannya setelah mengetahui salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk upacara HUT ke-81 RI berasal dari Sekolah Rakyat.

Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida, menjadi salah satu peserta yang berhasil melewati seleksi Paskibraka tingkat nasional.

Prasetyo mengaku informasi mengenai keberhasilan Ismi kemungkinan belum diketahui secara rinci oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah juga tidak mengikuti seluruh proses seleksi Paskibraka secara langsung karena tahapan tersebut berlangsung di 38 provinsi.

“Pertama, sepertinya beliau belum tahu. Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan gitu ya. Yang kedua memang juga kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprise,” kata Prasetyo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, proses seleksi Paskibraka berlangsung dari tingkat daerah hingga nasional. Karena itu, pemerintah pusat tidak memantau secara detail seluruh tahapan yang dijalani para peserta dari masing-masing provinsi.

“Artinya sejak awal kita juga tidak kemudian mengikuti semua proses seleksinya karena itu kan dari 38 provinsi, semua berjalan sebagaimana yang seharusnya, dan ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu bahwa ya itulah membuktikan bahwa siapa pun kita ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu,” ujarnya.

Baca Juga: Istana Siapkan Tanda Kehormatan untuk Sejumlah Tokoh, Termasuk Menteri Aktif

Menurut Prasetyo, keberhasilan Ismi menjadi bukti bahwa setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi apabila memperoleh kesempatan. Ia menekankan bahwa seleksi Paskibraka dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi serta kerja keras peserta.

“Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras. Tidak mudah lho, ya, teman-teman kan… coba lihat aja itu latihan terus menerus, kalau perlu kapan-kapan nanti kita dengan teman-teman media kita latihan baris-berbaris gitu ya. Betapa tidak mudahnya menjadi seorang Paskibra, apalagi tingkat nasional. Itu baru secara fisik, belum secara mental,” katanya.

Prasetyo juga mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukan pekerjaan sederhana. Para peserta harus mampu menjalankan tugas secara maksimal karena penampilan mereka akan disaksikan oleh masyarakat Indonesia.

“Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat memberikan penghargaan terhadap para anggota Paskibraka yang telah melalui rangkaian seleksi dan latihan panjang sebelum dipercaya menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan.

Prasetyo meminta masyarakat tidak hanya melihat kekurangan yang mungkin muncul, tetapi juga memberikan apresiasi atas kerja keras dan perjuangan para anggota Paskibraka.

“Makanya kalau boleh secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang yang positif gitu. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai gitu ya. Itu nggak mudah,” pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close