Ntvnews.id, Moskow - Ukraina melancarkan serangan udara besar-besaran ke Moskow, Rusia, dengan mengerahkan sedikitnya 650 drone dalam satu malam. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 7 Oktober 2026, serangan tersebut menjadi salah satu gempuran drone terbesar yang menyasar Moskow dan wilayah sekitarnya dalam dua tahun terakhir.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia dan Ukraina sama-sama meningkatkan serangan jarak jauh terhadap berbagai sasaran sipil dan industri. Target serangan mencakup infrastruktur energi, transportasi, pelabuhan, hingga kapal-kapal yang berada di Laut Hitam.
Otoritas Rusia menyebut sedikitnya 650 drone Ukraina terdeteksi bergerak menuju Moskow sepanjang malam. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sebagian besar drone tersebut berhasil dicegat dan ditembak jatuh.
Sementara itu, Gubernur Wilayah Moskow Andre Vorobyov mengatakan sebanyak 185 drone Ukraina berhasil dihancurkan atau ditembak jatuh di wilayah yang dipimpinnya. Serangan tersebut juga dilaporkan memicu kebakaran di sebuah gudang.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Ribuan Drone dan Rudal ke Ukraina dalam Sepekan
Vorobyov menyampaikan dua orang meninggal dunia akibat serangan drone tersebut. Satu korban dilaporkan tewas di Radumlya, sementara korban lainnya meninggal di Barybino.
Selain korban jiwa, enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di wilayah Moskow.
Di Litvinovo, sebuah drone dilaporkan menghantam bagian atap gudang milik sebuah toko ritel. Benturan tersebut kemudian memicu kebakaran.
Serangan besar-besaran Ukraina ke Moskow terjadi setelah Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap berbagai sasaran infrastruktur, termasuk di Kyiv, menjelang musim dingin.
Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow (Istimewa)