VIDEO: 4 Orang Terseret Ombak Pantai Istiqomah Sukabumi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 12:43
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
garis polisi garis polisi (dokumen)

Ntvnews.id, Jakarta - Operasi pencarian terhadap Doa Khairul Ikhsan (16), pelajar asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, berakhir setelah korban ditemukan pada Rabu (7/10/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan PLTU Tengah, sekitar 2,6 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian.

Informasi penemuan korban pertama kali diterima setelah kru kapal pemancing DENA Fishing melihat tubuh korban mengapung sekitar pukul 06.17 WIB. Saat itu, kapal tersebut sedang dalam perjalanan kembali menuju Dermaga Palabuhanratu.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian berhasil dibawa ke Dermaga 2 Palabuhanratu sekitar pukul 07.50 WIB.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk proses penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: VIDEO: Detik-detik Jasad Pria Ditemukan Usai Tenggelam di Sungai DAS Tondano

Hilang Saat Berenang

Doa Khairul Ikhsan sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang berenang di kawasan Pantai Istiqomah bersama rekannya, Hafidz Mubarok (17).

Keduanya kemudian terseret ombak. Hafidz berhasil diselamatkan, sementara Doa Khairul Ikhsan dilaporkan hilang dan tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah area perairan di sekitar lokasi kejadian. Pencarian berlangsung selama empat hari hingga akhirnya korban ditemukan pada Rabu pagi.

Dengan ditemukannya korban dan proses evakuasi telah dilakukan, operasi SAR hari keempat resmi ditutup.

Petugas mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. Wisatawan juga diminta tidak memaksakan diri berenang apabila kondisi laut dinilai tidak aman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas berenang di laut memiliki risiko, terutama ketika kondisi gelombang dan arus tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas tersebut.

Baca Juga: Mabes Polri Tangani Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

x|close