Ntvnews.id, Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak yakin China dan Rusia memberikan bantuan kepada Iran di tengah perang yang melibatkan Teheran dengan Washington. Menurut Trump, Beijing dan Moskow berpotensi menghadapi kerugian besar jika terbukti membantu Iran.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 14 Oktober 2026, Trump menyoroti komentar dari para pengkritik dan lawan politiknya yang menuding China serta Rusia mendukung Iran dalam konflik yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.
"Saya melihat begitu banyak komentar dari kaum Kiri Radikal yang bodoh dan tidak waras soal China dan Rusia membantu Republik Islam Iran yang "luar biasa" itu," tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
Trump kemudian menegaskan bahwa dirinya meragukan tuduhan tersebut. Ia menilai kemungkinan bantuan dari kedua negara itu, jika memang ada, berskala kecil dan sulit disembunyikan dari Washington.
"Jika memang demikian, skalanya sangat rendah, namun saya sama sekali tidak meyakini mereka melakukannya. Mereka memiliki risiko kerugian yang terlalu besar, dan kita pasti akan mengetahuinya, dan mengetahui itu dengan sangat cepat," kata Trump, merujuk pada dugaan dukungan China dan Rusia kepada Iran.
Baca Juga: Terpopuler: Polri Mutasi 199 Personel, Trump Desak Ukraina Pilih Presiden Baru
Pada Juli lalu, Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa China dan Rusia tidak akan membantu Iran dalam perang tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa keterlibatan kedua negara itu dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Trump bahkan menyebut bahwa apabila China dan Rusia ikut campur dalam konflik tersebut, "hal itu akan berdampak sangat buruk bagi mereka".
Ia juga menilai Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil sikap "netral" selama perang Iran berlangsung.
Konflik tersebut bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
China dan Rusia diketahui memiliki hubungan dekat dengan Iran. Moskow memperingatkan bahwa perang tersebut berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Beijing mengecam serangan AS terhadap Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara tersebut.
Pada bulan sebelumnya, ketika Xi mengunjungi Washington DC, Trump dilaporkan memperingatkan pemimpin China itu agar tidak memberikan bantuan kepada Iran. Menurut Duta Besar AS untuk China, Trump menerima jaminan dari Xi bahwa Beijing tidak akan memberikan dukungan tersebut.
Peringatan itu muncul di tengah laporan mengenai dugaan pasokan peluncur rudal pertahanan udara portabel jenis shoulder-fired dari Beijing. Selain itu, terdapat informasi bahwa Teheran berhasil mencari cara untuk menghindari sanksi terhadap penjualan minyak dengan bantuan China.
Pada September lalu, Trump juga membantah laporan yang menyebut Iran memperoleh citra satelit sebuah pangkalan militer di Yordania dari entitas China. Informasi tersebut mencuat setelah serangan pada Juli yang menewaskan tiga personel militer AS di pangkalan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)