A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, GMI Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo - Ntvnews.id

Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, GMI Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 23:00
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gelanggang Muda Indonesia (GMI). Gelanggang Muda Indonesia (GMI).

Ntvnews.id, Jakarta - Gelanggang Muda Indonesia (GMI), forum sekretaris jenderal organisasi pelajar–mahasiswa nasional yang terdiri atas LMND, KMHDI, PII, HIKMABUDHI, GMNI, PMKRI, SEPMI, dan IPA, menyoroti sejumlah persoalan dalam refleksi dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Persoalan tersebut meliputi pemberantasan korupsi, pendidikan gratis, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), reforma agraria, dan perlindungan lingkungan hidup.

GMI menilai keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan besarnya anggaran negara. Pemerintah harus memastikan kebijakannya memberikan manfaat nyata bagi rakyat, mengurangi ketimpangan, serta menjamin pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

“Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi harus menjadi prioritas. Penegakan hukum harus independen, transparan, dan tidak tebang pilih. Pengawasan terhadap anggaran negara, pengadaan barang dan jasa, serta perizinan juga harus diperkuat,” kata Sekretaris Jenderal PP KMHDI, I Nengah Candra Irawan, dalam diskusi GMI di Kedai Tempo, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Julfikar Hasan, menegaskan pendidikan gratis harus diwujudkan sebagai hak seluruh rakyat, bukan sekadar janji politik.

“Alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 yang direncanakan sebesar Rp820,9 triliun harus benar-benar diarahkan untuk menjamin akses pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, serta memperbaiki kualitas dan pemerataan fasilitas pendidikan. Pendidikan gratis tidak boleh berhenti sebagai janji politik, tetapi harus diwujudkan sebagai hak seluruh rakyat,” tegas Julfikar.

Menurut Julfikar, pemerintah harus memastikan anggaran pendidikan dikelola secara transparan dan tepat sasaran, termasuk untuk memperluas akses pendidikan hingga perguruan tinggi negeri serta mewujudkan pendidikan yang berkualitas, ilmiah, dan demokratis.

Selain pendidikan, GMI menyoroti tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai perlu diawasi secara ketat agar pelaksanaannya mengutamakan pemenuhan gizi penerima manfaat, keamanan pangan, transparansi anggaran, dan akuntabilitas.

GMI mendorong pengawasan terhadap penggunaan anggaran, pengadaan bahan pangan, kualitas makanan, dan pelaksanaan program di lapangan. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mencegah pemborosan, penyimpangan anggaran, serta konflik kepentingan.

GMI turut mendorong pelibatan petani, nelayan, koperasi, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG sesuai standar kualitas dan ketentuan pengadaan. Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.

GMI juga meminta pemerintah mengevaluasi kinerja kabinet dan program strategis berdasarkan manfaat nyata bagi rakyat, efisiensi anggaran, penciptaan lapangan kerja layak, serta pengurangan ketimpangan sosial.

Dalam persoalan agraria dan lingkungan, GMI mendesak percepatan reforma agraria, penyelesaian konflik pertanahan, perlindungan masyarakat adat, serta pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah juga diminta memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan, mengawasi pemegang izin, serta menindak pelanggaran lingkungan sesuai ketentuan hukum.

Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, GMI menyerukan pelajar dan mahasiswa untuk memperkuat persatuan lintas organisasi, membangun tradisi intelektual, mengawal demokrasi, melawan korupsi, dan memperjuangkan keadilan sosial.

GMI menegaskan persatuan pemuda bukan berarti menyeragamkan pandangan atau membungkam kritik. Sebaliknya, persatuan harus menjadi kekuatan bersama untuk mengawal kebijakan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Demokrasi tidak boleh berhenti pada pemilihan umum. Kekuasaan harus bertanggung jawab kepada rakyat, dan kekayaan bangsa harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Masa depan Republik Indonesia harus dibangun melalui partisipasi rakyat, persatuan pemuda, dan perjuangan mewujudkan keadilan sosial,” tegas GMI.

x|close