Konser Kanye West: Imigrasi Catat Lonjakan Drastis Kedatangan Wisatawan Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 10:56
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai acara diseminasi kebijakan KPP APEC di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai acara diseminasi kebijakan KPP APEC di Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat adanya lonjakan arus kedatangan wisatawan asing yang sangat signifikan menjelang konser akbar musisi asal Amerika Serikat, Kanye West atau Ye, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang berlangsung pada periode 21 hingga 24 Oktober 2026, dengan total kunjungan mencapai 25.000 orang.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa peningkatan perlintasan Warga Negara Asing (WNA) tersebut terjadi secara bertahap selama empat hari berturut-turut.

“Terutama di H-3 konser, kami mencatat tren lonjakan perlintasan asing signifikan,” kata Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta, pada hari Senin (26/10).

Berdasarkan data statistik keimigrasian, perlintasan wisatawan asing tercatat sebanyak 1.000 orang pada tanggal 21 Oktober. Angka tersebut kemudian merangkak naik secara tajam menjadi 4.700 orang pada tanggal 22 Oktober, hingga mencapai puncaknya pada tanggal 23 Oktober dengan 10.000 orang pendatang. Sementara itu, pada hari penyelenggaraan konser tanggal 24 Oktober, jumlah perlintasan wisatawan mancanegara masih terpantau tinggi di angka 9.700 orang.

Menurutnya, status Jakarta sebagai satu-satunya kota destinasi di kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang disinggahi oleh pelantun lagu Vultures tersebut dalam rangkaian tur dunia tahun ini terbukti memberikan dampak domino yang masif bagi sektor pariwisata serta industri ekonomi kreatif nasional.
 

Berdasarkan data dari Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), lonjakan tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian (okupansi) kamar hotel di berbagai wilayah Jakarta yang mencatatkan kenaikan signifikan selama periode konser berlangsung.

Hendarsam menuturkan bahwa masuknya arus pelintas internasional ini menciptakan perputaran ekonomi turunan yang sangat luas. Pihaknya mencatat telah menerbitkan sebanyak 88 visa kategori sport and performance khusus bagi Kanye West beserta seluruh rombongan kru produksinya. Kendati demikian, momentum konser musisi kelas dunia ini tidak hanya mendatangkan artis dan kru inti saja, melainkan juga menyedot kehadiran para penggemar fanatik dari berbagai negara tetangga.

Para penggemar yang hadir secara otomatis menggerakkan berbagai sektor penunjang, mulai dari moda transportasi umum, akomodasi perhotelan, industri kuliner, hingga pusat perbelanjaan lokal, sehingga mendatangkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

“Imigrasi hadir untuk memastikan kedatangan mereka berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendarsam.

Guna mengantisipasi lonjakan arus manusia tersebut, Ditjen Imigrasi mengoptimalkan kualitas layanan di bandara internasional dengan menyiagakan fasilitas autogate bagi para pelintas yang memenuhi kriteria keimigrasian.
 

Selain memberikan kemudahan dalam proses perlintasan, pengawasan di lapangan juga diperketat. Jajaran petugas Imigrasi disiagakan secara khusus di sekitar kawasan Gelora Bung Karno selama konser berlangsung guna memantau kesesuaian izin tinggal WNA sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran keimigrasian, tanpa mengganggu kenyamanan dan ketertiban para penonton.

Hendarsam menilai suksesnya perhelatan acara berskala global ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat posisi strategis Jakarta di peta dunia sebagai salah satu destinasi utama wisata musik (music tourism internasional). Melalui kombinasi pelayanan penerbitan visa yang cepat, kelancaran perlintasan, serta sistem pengawasan orang asing yang terukur, Imigrasi Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus siap mendukung berbagai penyelenggaraan event internasional berikutnya.

Hendarsam menegaskan bahwa kemudahan akses pelayanan keimigrasian yang diberikan harus senantiasa berjalan selaras dengan prinsip penegakan keamanan nasional.

“Jakarta telah menunjukkan potensinya sebagai panggung konser musik dunia. Kami ingin semakin banyak kegiatan internasional hadir di Indonesia, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Hal ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, bagaimana kami memberikan pelayanan yang mudah, dan modern, sekaligus memastikan pengawasan keimigrasian tetap berjalan optimal.”
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close