Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan tak ada intervensi dari partainya terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga orang anggota DPRD di Jawa Timur yang berasal dari Partai Gerindra. Ia membantah mutasi tiga polisi yang menangkap kadernya, bukan hasil intervensi Gerindra, seperti narasi yang viral di media sosial.
Menurut Habiburokhman, Partai Gerindra menghormati proses hukum yang berjalan di kepolisian.
"Sejak saat OTT sampai saat ini tidak pernah melakukan bentuk komunikasi berupa intervensi apa pun," ujar Habiburokhman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Perihal mutasi, Habiburokhman mengaku mendapat kabar bahwa mereka diduga melakukan pelanggaran karena meminta sejumlah uang kepada para anggota DPRD yang ditangkap tersebut.
"Kalau enggak salah Rp50 juta atau berapa begitu kan ya, minta uang. Tentu hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan," jelas dia.
Pihaknya menegaskan, mutasi terhadap sejumlah anggota polisi itu merupakan penindakan dari Polrestabes Surabaya karena adanya pelanggaran.
Habiburokhman memastikan Gerindra sudah memberikan penindakan tegas kepada para tiga anggota DPRD.
"Kita saling menghormati dan kami tentu tidak akan mengintervensi apa pun," tandas Habiburokhman.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026 (Antara)