AS Buka Kembali Wilayah Udara Karibia Usai Operasi Militer Tangkap Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (X The Tradesman)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat mencabut pembatasan penerbangan di wilayah udara Karibia, setelah sebelumnya melarang penerbangan komersial selama operasi militer AS yang berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Maduro dan istrinya kemudian diterbangkan dengan helikopter menuju New York City untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Keduanya ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam operasi subuh yang juga disertai serangan udara ke sejumlah lokasi di dalam dan sekitar Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu malam.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa pembatasan awal tersebut berakhir pada pukul 12.00 dini hari (05.00 GMT), sehingga penerbangan dapat kembali beroperasi sesuai jadwal.

Baca Juga: Terbelahnya Warga Venezuela Usai Penangkapan Maduro oleh AS

"Maskapai penerbangan telah diberitahu, dan akan segera memperbarui jadwal mereka," kata Duffy.

Sebelumnya, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat telah menginstruksikan maskapai penerbangan komersial pada Sabtu untuk menghindari wilayah udara Karibia dengan alasan adanya situasi yang berpotensi berbahaya.

Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa penutupan wilayah udara dilakukan karena risiko keselamatan penerbangan yang terkait aktivitas militer yang sedang berlangsung.

x|close