A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

AS Minta Venezuela Hentikan Kerja Sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba - Ntvnews.id

AS Minta Venezuela Hentikan Kerja Sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 13:16
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin, 5 Januari 2026. ??????? Nicolas Maduro akan menjalan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin, 5 Januari 2026. ??????? Nicolas Maduro akan menjalan (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Amerika Serikat menuntut pemerintah Venezuela untuk menghentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi ABC News yang mengutip sejumlah sumber, Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam laporan yang disiarkan pada Selasa, 6 Januari 2026, disebutkan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyampaikan kepada Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez bahwa Caracas harus memenuhi tuntutan Gedung Putih sebelum diizinkan meningkatkan produksi minyak.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa tuntutan utama yang diajukan Amerika Serikat adalah penghentian kerja sama Venezuela dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba.

Selain itu, Amerika Serikat juga menuntut agar Venezuela hanya bekerja sama secara eksklusif dengan Washington dalam produksi minyak serta memberikan prioritas kepada AS dalam penjualan minyak mentah berat.

Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. (Antara)

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.

Presiden Trump kemudian mengumumkan bahwa Nicolas Maduro dan Cilia Flores akan menjalani proses peradilan atas dugaan keterlibatan dalam aksi “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.

Baca Juga: KBRI: Situasi Caracas Mulai Pulih, 37 WNI Dipastikan Aman

Baca Juga: Jaksa Agung Venezuela Kecam Serangan AS ke Caracas, Sebut Langgar Hukum Internasional

(Sumber: Antara) 

TERKINI

Italia kecam serangan Israel ke Penjaga Perdamaian di Lebanon

Luar Negeri Kamis, 14 Mei 2026 | 17:58 WIB

Menkomdigi: 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

Nasional Kamis, 14 Mei 2026 | 17:35 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang MPR

Nasional Kamis, 14 Mei 2026 | 17:22 WIB

BNN Gerebek Kampung Narkoba Pimpinan Wawan di Sumut

Viral Kamis, 14 Mei 2026 | 17:15 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah di Pasirluyu Bandung

Nasional Kamis, 14 Mei 2026 | 15:45 WIB

Tembakan Gegerkan Gedung Senat Filipina

Luar Negeri Kamis, 14 Mei 2026 | 15:35 WIB

KDMP Diharapkan Berjalan Transparan-Akuntabel

News Kamis, 14 Mei 2026 | 13:26 WIB
Load More
x|close