Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara khusus meminta dinas terkait untuk melakukan pengecekan ulang terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta data RW kumuh di Jakarta.
Hal ini menyusul persentase RTH Jakarta yang hingga kini masih berada di bawah angka ideal, yakni kurang dari 6 persen. Padahal, penambahan RTH diklaim terus dilakukan hampir setiap hari oleh Dinas Pertamanan.
Menanggapi hal tersebut, Pramono menyampaikan bahwa validasi data menjadi kunci utama sebelum menentukan kebijakan lanjutan.
"Jadi RTH di Jakarta saya sudah minta dicek kembali. Karena dua hal yang saya minta dicek kembali, yang pertama adalah RW kumuh, karena data RW kumuh saya yakin kalau dilakukan apa pengecekan kembali pasti akan berbeda, termasuk Ruang Terbuka Hijau," ucap Pramono di Jakarta Utara, Jumat, 30 Januari 2026.
Baca Juga: Banjir Kembali Rendam Jakarta, Ini Langkah Pramono Usai Katulampa Siaga 3
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Warga Protes Minta RDF Rorotan Ditutup, Pramono: Gak Mungkin
Menurutnya, data RW kumuh dan RTH selama ini berpotensi tidak lagi mencerminkan kondisi terkini di lapangan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan perhitungan dan verifikasi ulang secara menyeluruh.
Ia menegaskan, hasil perhitungan tersebut nantinya akan menjadi acuan penting dalam menentukan sejauh mana peningkatan RTH Jakarta dan jumlah RW kumuh yang masih perlu penanganan.
"Sehingga sekarang ini sedang dilakukan perhitungan oleh Badan Statistik Nasional, dan kalau itu bisa dilakukan maka saya akan mengecek sampai dengan berapa Ruang Terbuka Hijau maupun apa RW kumuhnya," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)