Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih. Agenda pertemuan tersebut akan berlangsung pada pukul 11.00 waktu setempat.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 4 Februari 2026, sejumlah pejabat pemerintahan AS menyebutkan bahwa pertemuan ini akan menitikberatkan pada penguatan kerja sama keamanan regional serta upaya pemberantasan perdagangan narkoba. Saat berbicara kepada wartawan sehari sebelumnya, Trump menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap Petro.
"Entah bagaimana, setelah serangan di Venezuela, dia menjadi sangat baik," kata Trump kepada wartawan. "Sikapnya sangat berubah."
Di sisi lain, pihak kepresidenan Kolombia menyatakan bahwa Petro akan menekankan pentingnya persatuan nasional serta penghormatan terhadap kedaulatan negara dalam pertemuan tersebut.
"Bersatu sebagai sebuah bangsa, kita mempromosikan dialog tingkat tinggi yang melindungi kedaulatan dan menegaskan kembali martabat dan kebesaran Kolombia," demikian pernyataan kepresidenan Kolombia melalui unggahan di platform X.
Baca Juga: Soal Pertemuan Prabowo dengan Donald Trump, Menlu: Di DC Apa di Mar-a-Lago
Pertemuan ini berlangsung setelah beberapa pekan terakhir Trump sempat melontarkan ancaman tindakan militer terhadap negara Amerika Selatan tersebut. Trump juga memberi sinyal bahwa Petro, yang sebelumnya kerap mengkritik dirinya dan operasi AS terkait upaya penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kini terlihat lebih terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam menekan arus narkoba ilegal dari Kolombia.
Dalam agenda pertemuan itu, pejabat Kolombia disebut akan memaparkan laporan rinci mengenai capaian utama mereka dalam pemberantasan narkoba, termasuk data penyitaan kokain. Sejumlah pejabat AS kembali menegaskan bahwa fokus utama pembahasan adalah kerja sama keamanan kawasan dan pengendalian narkotika.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)
Sebelumnya, Trump sempat melontarkan tudingan bahwa Petro terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba. Tudingan tersebut langsung dibantah keras oleh Presiden Kolombia.
Pernyataan Trump itu muncul setelah pasukan AS melancarkan serangan ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan membombardir sejumlah sasaran militer dalam operasi mendadak yang ditujukan untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu, 4 Januari 2026, Trump kembali menyampaikan ancaman serupa terkait kemungkinan aksi militer terhadap Kolombia.
Trump menyebut negara Amerika Selatan itu sebagai wilayah yang “juga sangat sakit” dan mengklaim negara tersebut “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”
"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," tambah Trump.
Arsip - Gedung Putihdi Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa) (Antara)