Detik-detik Kantor Bareskrim Polri Palsu Terungkap di Kompleks Scam O’Smach Kamboja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 10:55
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kantor Bareskrim Polri palsu ditemukan di kompleks penipuan online Kamboja. Kantor Bareskrim Polri palsu ditemukan di kompleks penipuan online Kamboja. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kawasan perbatasan KambojaThailand kembali menjadi sorotan setelah kompleks bangunan rusak di Kota O’Smach terbukti pernah menjadi pusat operasi online scam internasional sebelum dikuasai militer Thailand usai bentrokan pada Desember 2025.

Kerusakan akibat tembakan artileri menyisakan jejak aktivitas yang menggambarkan bagaimana jaringan tersebut beroperasi dalam skala besar. Kunjungan jurnalis pada 2 Februari 2026 menunjukkan sebuah gedung enam lantai penuh dokumen dan perangkat elektronik yang ditinggalkan terburu-buru.

Ruang-ruang kerja dengan bilik berperedam suara, naskah penipuan multibahasa, daftar kontak, monitor komputer, serta rak hard drive kosong menegaskan tingkat profesionalisme para operator. Letjen Teeranan Nandhakwang menegaskan hal tersebut.

Baca Juga: Bill Gates Bantah Tuduhan dalam File Epstein

“Mereka terorganisir dengan baik. Mereka memiliki infrastruktur dan sistem yang bagus, serta alur kerja dan banyak sekali taktik dan teknik untuk melakukan penipuan,” ujarnya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026 dari Associated Press (AP).

Bagian paling mencolok berasal dari set tiruan yang menyerupai kantor kepolisian, lengkap dengan seragam dari tujuh negara, China, Australia, India, Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Brasil.

Unsur-unsur yang menyerupai kantor Bareskrim tampak menjadi alat untuk menciptakan ilusi otoritas resmi, memperkuat tekanan terhadap korban. Ruangan lain yang direkayasa menyerupai bank Vietnam memperlihatkan betapa jauh skenario manipulatif telah dipersiapkan.

Baca Juga: Mobil Agya Remuk Tertimpa Truk Kontainer, 3 Orang Tewas Mengenaskan

Para ahli memperkirakan kerugian mencapai miliaran dolar, sementara sebagian pekerja diduga direkrut secara paksa dan bekerja dalam kondisi mirip perbudakan.

Kementerian Luar Negeri RI mencatat bahwa sebanyak 2.887 WNI eks pekerja scam masih menunggu proses pemulangan. Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa berdasarkan penilaian awal, para WNI tersebut tidak menunjukkan indikasi menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Berdasarkan early assessment dari KBRI, tidak ada WNI yang terindikasi sebagai korban TPPO. Tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik,” ujarnya.

x|close