Ntvnews.id, Cilegon, Banten - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan Indonesia patut berbangga karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi salah satu program yang tergolong unik di dunia dan kini dijadikan percontohan.
Mendukbangga Wihaji menyampaikan hal tersebut saat konsolidasi bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Cilegon, Banten, Kamis, 5 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendapatkan mandat untuk menyalurkan MBG bagi sasaran 3B melalui kader yang tergabung dalam TPK.
"Di manapun dan siapapun yang punya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib melibatkan ibu-ibu selaku TPK untuk mendistribusikan dan mengedukasi terkait MBG untuk sasaran 3B," ujar Mendukbangga.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam Perpres tersebut diatur pemberian insentif bagi kader TPK yang bertugas mengantarkan MBG kepada sasaran 3B. Setiap kader akan memperoleh insentif sebesar Rp1.000 untuk setiap ompreng MBG yang didistribusikan.
Baca Juga: Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergi Tekan Stunting di Minahasa Selatan
"Kita dikasih tugas Presiden untuk mengantar MBG, dan kuncinya ada di keluarga. TPK ini selain mengantar MBG juga punya tugas penting untuk mengedukasi keluarga," paparnya.
Lebih lanjut, Mendukbangga menyebutkan bahwa MBG merupakan salah satu intervensi utama yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting secara nasional tercatat sebesar 19,8 persen, dan pemerintah menargetkan penurunan hingga 18 persen pada periode 2025-2029.
"Mengapa stunting sangat diperhatikan Presiden? Jangan sampai anak-anak Indonesia kita ini stunting, karena saat ini kalau ada 10 anak kita, yang dua stunting, kalau ada lima, yang stunting satu, dan salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi," tutur Mendukbangga Wihaji.
Selain itu, ia mengingatkan para kader TPK untuk memperhatikan waktu pendistribusian MBG kepada sasaran 3B guna meminimalkan risiko keracunan pangan.
"Waktu menyampaikan ke sasaran perlu diperhatikan. Kalau misalnya waktu mengantarnya sore dan ketika diperiksa itu tidak layak, maka bisa dikembalikan saja ke SPPG," ucap Mendukbangga Wihaji.
Baca Juga: Mendukbangga Sebut Program MBG Dorong Penurunan Stunting di Jawa Barat
(Sumber: Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN berbincang bersama salah satu tim pendamping keluarga di Kota Cilegon, Banten, Kamis, 5 Februari 2026 dalam rangka menyukeskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). ANTARA (Antara)