PBB Siap Fasilitasi Lebih Banyak Warga Keluar-Masuk Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat, 28 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa. Arsip foto - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat, 28 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kepulangan lebih banyak warga ke Jalur Gaza setiap hari, melampaui kuota yang saat ini ditetapkan oleh Israel. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Rabu, 11 Februari 2026.

"Dan jika Israel mengizinkan lebih banyak warga untuk masuk atau keluar (Gaza), PBB siap untuk memfasilitasinya," kata Dujarric kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia kembali menekankan bahwa PBB akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengakomodasi peningkatan jumlah orang yang masuk ke Gaza.

"Sekali lagi, pembatasan dan prosedur diberlakukan oleh Israel, oleh Mesir. Kami ingin melihat lebih banyak orang masuk dan keluar tanpa hambatan, seperti kita semua diperbolehkan untuk masuk dan keluar dari tempat-tempat dengan bebas. Dan lebih banyak orang diizinkan untuk mendapat bantuan medis di luar Gaza yang sangat mereka butuhkan," katanya.

Baca Juga: DPR Ingatkan TNI ke Gaza buat Kemanusiaan, Bukan Tempur!

Penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir-Gaza kembali dibuka pada 2 Februari. Berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, sebanyak 150 warga Gaza diizinkan keluar setiap hari, sementara 50 warga diperbolehkan masuk dari Mesir setelah melewati prosedur yang telah ditentukan.

Pengelolaan penyeberangan tersebut dilakukan oleh Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) bekerja sama dengan otoritas Mesir, dengan koordinasi keamanan bersama Israel.

Kota Gaza, Palestina. <b>(Dok.Antara)</b> Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Dalam mekanismenya, Mesir setiap hari menyerahkan daftar 50 warga Gaza yang ingin masuk untuk mendapatkan persetujuan keamanan dari Israel, sedangkan EUBAM menyampaikan daftar 150 warga yang akan keluar beserta tujuan akhir mereka.

Sebelum pecahnya perang di Gaza, Rafah merupakan satu-satunya penyeberangan di wilayah Palestina yang tidak berada di bawah kendali langsung Israel.

Pintu perbatasan ini memiliki peran krusial dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, evakuasi korban luka, serta distribusi pasokan penting dari komunitas internasional.

x|close