AHY Soroti Urbanisasi dan Ancaman Kesehatan Mental di Kota Besar Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 15:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
AHY AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti fenomena urbanisasi yang kian masif dan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan serius di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen populasi global, termasuk Indonesia, diprediksi akan tinggal dan bekerja di wilayah perkotaan dalam beberapa dekade mendatang.

Menurutnya, lonjakan urbanisasi tidak diimbangi dengan daya dukung kota yang memadai. Ketersediaan air bersih semakin terbatas, kapasitas jalan yang tidak bertambah signifikan memicu kemacetan parah, dan polusi udara kian memburuk. Kondisi ini memperlihatkan tekanan besar yang dihadapi kota-kota metropolitan.

"Air makin terbatas. Jalan-jalan kalau tidak ditambah lebar, makin padat, makin menyebabkan kemacetan. Polusi sudah pasti akan bertambah," ucapnya dalam pencanangan Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB) di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Februari 2026.

Tak hanya itu, perubahan iklim disebut sebagai tantangan nyata yang tak bisa diabaikan. Kekeringan dapat memicu krisis pangan, sementara banjir besar berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerugian material. Risiko hidrometeorologi pun semakin meningkat seiring intensitas cuaca ekstrem.

AHY <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: AHY: 70 Persen Masyarakat RI Bakal Tinggal-Kerja di Kota

AHY juga menyinggung isu kesehatan mental yang semakin sering terdengar di kawasan urban. Tingginya tekanan hidup, kompetisi kerja, kemacetan, hingga minimnya ruang publik yang nyaman diduga menjadi pemicu stres masyarakat kota.

"Sering kita mendengar sekarang mental health issues. Jangan-jangan ini juga karena stres menghadapi tantangan di kota-kota besar," terangnya.

AHY mendorong penguatan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB) di kawasan perkotaan. Ia menekankan pentingnya pencapaian target 30 persen RTH dan RTB sebagaimana diamanatkan dalam regulasi.

Taman kota, hutan kota, jalur hijau, hingga ruang publik vegetatif dinilai mampu menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan asri. Sementara itu, penataan sungai, danau, embung, waduk, waterfront city, serta revitalisasi kawasan pesisir menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka biru.

"Ruang terbuka hijau dan biru ini penting, sangat mendasar, dan sesuai dengan mandat undang-undang kita menuju 30% ruang terbuka hijau dan biru agar masyarakat bisa memiliki ruang yang sehat, produktif, dan juga kreatif. Dan ini penting untuk keberlanjutan lingkungan hidup kita," jelas AHY.

x|close