Ntvnews.id, Jakarta - Seorang anggota muda Bripda Dirja Pratama, bintara remaja di Direktorat Samapta Polda Sulsel, meninggal dunia dalam kondisi yang memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan di lingkungan asrama.
Peristiwa ini segera memicu penyelidikan internal oleh Propam Polda Sulsel, yang kini telah memeriksa enam personel terkait. Sebelum dipindahkan untuk proses autopsi, jenazah Dirja sempat ditangani di RSUD Daya.
Dari sana, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar pada Minggu (22/2/2026). Keluarga korban, yang berdinas di Polres Pinrang, langsung menuju Makassar begitu menerima kabar duka tersebut.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, menyampaikan bahwa pihak keluarga masih menunggu hasil penanganan medis.
Baca Juga: Dua Bus Adu Banteng di Jalur Layang, Transjakarta Tanggung Biaya Korban
"Kami institusi Polri menunggu keputusan dari rumah sakit, dalam hal ini penanganannya. Untuk tindak lanjutnya nanti ada hasil," kata dia dalam keterangan resminya yang dilansir pada Senin, 23 Februari 2026.
Jabir menegaskan bahwa putranya baru saja lulus dan resmi bertugas di Polda Sulsel.
"Namanya itu Dirja Pratama. Dia baru lulus polisi," tuturnya.
Dirja diketahui tinggal di kompleks asrama kepolisian. Kecurigaan keluarga terhadap adanya kekerasan muncul setelah melihat kondisi jenazah.
"Itu yang kami pertanyakan (dugaan penganiayaan), karena ada darah keluar dari mulutnya. Ini almarhum tinggal di Polda, di bagian belakang, di asrama," ungkapnya.
Baca Juga: Momen Gol Persita Tangerang Dianulir Wasit Saat Hadapi Persib Bandung
Keluarga juga menilai kondisi Dirja sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan, ibunya masih sempat berkomunikasi dengan Dirja pada Minggu dini hari.
"Ini makanya saya ke mari. Karena tadi subuh, (Dirja) komunikasi sama ibunya masih baik, tidak ada mengeluh sakit," kata Jabir.
Di sisi lain, penyidik Propam Polda Sulsel telah memulai pemeriksaan internal dan meminta keterangan 6 anggota kepolisian. Dirja dilarikan ke rumah sakit pada Minggu pagi namun dinyatakan meninggal ketika menjalani pemeriksaan medis. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit Polri untuk keperluan autopsi.
Pihak kepolisian belum menyampaikan spekulasi mengenai penyebab pasti kematian bintara muda tersebut. Satu hal yang disebutkan penyidik adalah bahwa Dirja meninggal setelah salat subuh dalam pendampingan seniornya.
Bripda Dirja Pratama Polda Sulsel (Instagram)