Infografik: Perkuat Aliansi Strategis Negara Berkembang Melalui D-8

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 17:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Indonesia memimpin kelompok negara berkembang D-8 periode 2026-2027. Indonesia memimpin kelompok negara berkembang D-8 periode 2026-2027. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia akan memimpin kelompok negara berkembang Developing 8 Countries Organization for Economic Cooperation

periode 2026–2027. Organisasi yang telah berusia hampir tiga dekade ini dibentuk sebagai wadah kerja sama strategis untuk meningkatkan perekonomian negara anggota melalui kolaborasi di berbagai sektor. Kepemimpinan Indonesia tersebut ditegaskan akan dimulai pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 di Jakarta.

D-8 pertama kali dicetuskan pada 1996 sebagai forum kerja sama negara berkembang dan resmi dibentuk pada 1997.

Delapan negara pendiri organisasi ini adalah Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Iran, Turki, Mesir, dan Nigeria. Seiring perjalanannya, D-8 menggelar sejumlah KTT penting, termasuk KTT ke-2 di Dhaka, Bangladesh, pada 1999, serta KTT ke-5 yang pernah diselenggarakan Indonesia pada 2006.

Pada 2025, Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota ke-9, memperluas cakupan kerja sama ekonomi kelompok tersebut.

Secara kolektif, negara-negara anggota D-8 mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia dengan total produk domestik bruto (PDB) mencapai sekitar 5,1 triliun dolar AS. Nilai perdagangan antaranggota tercatat sebesar 157 miliar dolar AS.

Baca Juga: Infografik: Mengenal D-8 dan Peran Baru Indonesia dalam Peta Ekonomi Global

Selain itu, negara-negara D-8 diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia pada 2050, seiring dengan pertumbuhan populasi dan potensi pasar yang besar.

Tujuan utama D-8 adalah memperkuat posisi negara berkembang dalam ekonomi global, mendorong diversifikasi hubungan perdagangan, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di negara anggota.

Dalam masa kepemimpinan 2026–2027, Indonesia mengusung sejumlah prioritas, yakni peningkatan perdagangan antaranggota, pengembangan ekonomi halal serta ekonomi biru dan hijau, penguatan konektivitas dan ekonomi digital, serta reformasi kelembagaan D-8 agar semakin adaptif terhadap dinamika global.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, menegaskan bahwa D-8 bukan sekadar potensi, melainkan realitas kerja sama ekonomi yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global.

Kepemimpinan Indonesia diharapkan mampu memperkuat peran D-8 sebagai platform kolaborasi strategis negara berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia yang kian kompleks.

Berikut Infografiknya: 

Indonesia memimpin kelompok negara berkembang D-8 periode 2026-2027. Berusia hampir tiga dekade, organisasi kerja sama ini bertujuan meningkatkan perekonomian anggotanya melalui kolaborasi strategis di berbagai sektor. <b>(Antara)</b> Indonesia memimpin kelompok negara berkembang D-8 periode 2026-2027. Berusia hampir tiga dekade, organisasi kerja sama ini bertujuan meningkatkan perekonomian anggotanya melalui kolaborasi strategis di berbagai sektor. (Antara)

Baca Juga: Pakistan Suarakan Dukungan Bagi Kepemimpinan Indonesia di Organisasi D-8

x|close