Penyebab Kematian Ibu dan Anak yang Ditemukan di Eks Asrama Polisi Jombang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Feb 2026, 11:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
proses penyelidikan di lokasi kematian ibu dan anak di eks Aspol Jombang proses penyelidikan di lokasi kematian ibu dan anak di eks Aspol Jombang (TikTok sat.reskrim.jombang)

Ntvnews.id, Jombang - Kasus penemuan jasad ibu dan anak di kolam bekas asrama polisi di wilayah Jombang akhirnya mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap penyebab kematian kedua korban setelah proses autopsi dilakukan.

Korban diketahui berinisial SK (35) dan putrinya NC (6) yang sebelumnya ditemukan di area eks asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Dimas Robin Alexander menjelaskan bahwa hasil autopsi menunjukkan kedua korban meninggal akibat mati lemas.

"Kesimpulan daripada dokter Forensik, bahwa kematian diakibatkan mati lemas, mati lemas karena adanya hirup daripada asap," terangnya, dikutip dari akun Instagram @satreskrimresjombang, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dari pemeriksaan forensik, waktu kematian diperkirakan terjadi sekitar 48 hingga 100 jam sebelum jenazah ditemukan atau sekitar dua sampai lima hari sebelumnya. Selain itu, tim dokter tidak menemukan tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban.

Dalam proses penyelidikan di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya sepeda motor milik korban, kunci kontak kendaraan, botol bahan bakar jenis pertalite, korek api, botol cairan berwarna hijau yang diduga bahan kimia, serta pakaian dan sandal korban.

Baca Juga: Ratusan Warga Antar Jenazah Alex Noerdin ke TPU Kebun Bunga Palembang

Kematian Ibu dan Anak yang Ditemukan di Eks Aspol Jombang <b>(Instagram @satreskrimresjombang)</b> Kematian Ibu dan Anak yang Ditemukan di Eks Aspol Jombang (Instagram @satreskrimresjombang)

Baca Juga: Autopsi Jenazah Bocah NS Dilakukan, Ayah Menangis Histeris

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu suami korban masih sempat melihat istri dan anaknya sebelum tidur. Namun pada dini hari berikutnya, anak laki-laki korban melihat sang ibu dan adiknya keluar rumah menggunakan sepeda motor tanpa berpamitan.

Keluarga sempat melakukan pencarian ke kerabat dan saudara. Hingga akhirnya pada 25 Februari 2026, suami korban melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.

Hasil pemeriksaan awal dokter forensik menunjukkan korban diduga meninggal akibat menghirup asap. Selain itu, terdapat luka bakar pada beberapa bagian tubuh.

Pada tubuh anak ditemukan lepuhan di area pipi yang diduga berasal dari zat kimia kuat. Sementara pada tubuh ibu korban ditemukan kerusakan pada bagian tenggorokan hingga organ dalam yang juga diduga dipicu paparan zat kimia.

"Kemudian juga adanya luka bakar, jadi luka bakar di area kulit. Kemudian juga pada tubuh anak ada pelepuhan di area pipi, pelepuhan dari zat kimia basah kuat," ungkapnya.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan.

x|close