Iran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone Canggih AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Militer Iran menyatakan telah menjatuhkan 10 drone canggih di berbagai wilayah negara itu. Secara total, sebanyak 22 drone tipe Hermes yang diduga milik Amerika Serikat (AS) dan Israel telah ditembak jatuh.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 2 Maret 2026, otoritas Iran menyebut situasi ini sebagai momen perlawanan dalam skala penuh. Mereka menegaskan kesiapan untuk melakukan pembalasan secara maksimal.

Iran juga mengungkapkan bahwa mereka belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya, termasuk sejumlah sistem rudal tercanggih. Teheran memperingatkan bahwa AS dan Israel akan menghadapi konsekuensi berat dalam beberapa hari mendatang atas serangan yang telah dilakukan.

Para pejabat Iran menggambarkan konflik kali ini berbeda dari ketegangan sebelumnya. Mereka menyebutnya sebagai perang eksistensial yang, menurut pernyataan mereka, tidak akan diakhiri dengan mundur, kompromi, ataupun penyerahan diri hingga Iran membuktikan kemampuannya mempertahankan diri, martabat, dan kemerdekaannya.

Baca Juga: Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengumumkan telah menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di kawasan Teluk menggunakan empat rudal balistik. Serangan itu dilakukan setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan AS dan Israel.

"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dilansir Aljazeera.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. <b>(Antara)</b> Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)

Garda Revolusi juga menyampaikan peringatan keras bahwa wilayah daratan maupun laut dapat menjadi kuburan bagi musuh mereka.

USS Abraham Lincoln diketahui telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari militer AS terkait kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Mantan Wapres AS Kamala Harris Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Trump Ingkari Janji Kampanye

Sebagaimana diketahui, AS dan Israel melancarkan operasi militer bertajuk Epic Fury ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga lainnya.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan pada Sabtu, 28 Februari 2026 dan Minggu, 1 Maret 2026. Pada Sabtu, Iran juga disebut menyerang Riyadh dan Provinsi Timur Arab Saudi.

x|close