Ntvnews.id, Timika - Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak memungkinkan untuk mengajukan kenaikan pangkat.
“Kurang lebih 30 ASN yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai lurah dan kepala seksi. Kenapa mereka mundur dari jabatan karena tidak bisa naik pangkat,” ujar Johannes Rettob di Timika, Minggu, 1 Maret 2026.
Johannes menjelaskan pengunduran diri itu dilakukan dengan kesadaran penuh oleh ASN terkait, mengingat pangkat atau golongan mereka belum memenuhi syarat untuk menduduki jabatan yang dijabat saat ini.
"Pegawai negeri ini semua sudah diatur dalam sistem,” tegas Johannes Rettob, menekankan bahwa jenjang karir dan kepangkatan ASN diatur melalui sistem kepegawaian yang ketat. Ketidakpatuhan terhadap aturan tersebut dapat berdampak signifikan pada kenaikan pangkat dan perkembangan karir seorang ASN.
Baca Juga: Viral Curhatan Wakil Bupati Purwakarta Ngaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Tugas
Ia memberi contoh, jika seorang ASN saat ini menempati jabatan eselon IV, pangkat minimal yang dibutuhkan adalah eselon III.b.
Namun, jika ASN tersebut masih berada di pangkat eselon III.a, maka kenaikan pangkat tidak memungkinkan.
"Sejak lama saya sudah meminta mereka mengundurkan diri, Ketika mereka tidak bisa naik pangkat baru mereka ajukan pengunduran diri. Mereka ini ASN, mereka butuh karir harus naik. Kita mau jadi pejabat atau kita mau karir kita harus baik," jelas Johannes Rettob.
Ke depan, Johannes menambahkan, masih banyak pejabat di lingkungan Pemkab Mimika yang saat ini berada di eselon III akan turun ke eselon IV, bukan karena demosi, tetapi karena jalannya karir mereka tidak mengikuti prosedur yang benar.
"Besok ini banyak pejabat yang sudah eselon III akan turun menjadi eselon IV bukan karena demosi, tetapi karir pejabat itu berjalan tidak normal, misalnya dari pegawai langsung naik jadi eselon III, itu tidak tepat harus pakai prosedur,” pungkas Johannes Rettob.
Baca Juga: WNA Jadi Korban Jambret di Mandalika, Bupati: Semoga Pelaku Cepat Ditangkap!
(Sumber: Antara)
Bupati Mimika Johannes Rettob. ANTARA/Marselinus Nara/aa. (Antara)