Ntvnews.id, Jakarta - Ibu kandung Nizam Syafei (12), Lisnawati, menuntut keadilan yang setimpal. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pun berjanji total membantu.
Diketahui, Nizam tewas diduga akibat dianiaya ibu tirinya. Hasil pendalaman ayah kandung korban juga kerap melakukan penganiayaan terhadap Nizam.
"Saya hanya (ingin) anak saya pengin dapat keadilan yang setimpal," ujar Lisna dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Menanggapi permintaan Lisna, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berjanji menghadirkan keadilan atas kasus yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, ini.
"Tentu, tentu, bu, kita all out untuk memperjuangkan keadilan untuk anak ibu," kata Habiburokhman.
Komisi III merekomendasikan agar Polres Sukabumi tidak hanya mengusut dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini, tetapi juga dugaan tindak pidana penelantaran, kekerasan terhadap anak, serta penghambatan anak bertemu dengan orang tuanya.
"Atau laporan-laporan lain terkait meninggalnya almarhum anak NS secara transparan, akuntabel, profesional, dan proporsional," kata Habiburokhman.
DPR juga meminta Kapolres Sukabumi beserta jajaran untuk memberikan jaminan keamanan dan perlindungan terhadap Lisna, termasuk jaminan untuk tidak dapat dituntut, baik pidana maupun perdata atas kesaksian maupun laporan kepolisiannya terkait kasus tewasnya Nizy.
DPR juga meminta KPAI dan LPSK untuk mengawal perkara ini hingga tuntas. Lisna sendiri telah mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, lantaran mengalami ancaman teror setelah melaporkan ayah kandung Nizam ke kepolisian.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (YouTube TVR Parlemen)