Ntvnews.id, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Rabu, 4 Maret 2026, menyatakan telah melancarkan serangan terbaru ke sejumlah target penting di Israel. Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim telah menghantam markas besar staf umum Israel Defense Forces
Mengutip kantor berita Fars News Agency, IRGC menyebutkan bahwa operasi tersebut juga menyasar berbagai infrastruktur strategis lainnya. Target yang dimaksud termasuk fasilitas di Bnei Brak, instalasi militer di Petah Tikva yang terletak di timur laut Tel Aviv, serta pusat militer di wilayah Galilea Barat.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menyampaikan klaim terkait korban di pihak lawan. Mereka menyebut lebih dari 680 tentara Amerika Serikat dan Israel tewas atau mengalami luka-luka sejak pecahnya konflik dengan Iran.
Baca Juga: 3 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Iran, Trump: Amerika Akan Balas Kematian Mereka
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan rangkaian serangan ke sejumlah titik di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam serangan itu.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke sejumlah wilayah di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Macron Sebut Operasi Militer AS dan Israel Langgar Hukum Internasional
(Sumber: Antara)
Arsip - Ledakan akibat serangan rudal Iran ke Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Chen Junqing/am. (Antara)