Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di platform X menarasikan bahwa serangan udara telah berhasil dan target telah dieliminasi, serta menyebut peristiwa tersebut sebagai kemenangan bagi dunia.
Unggahan itu juga menampilkan foto yang diklaim memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berada di antara reruntuhan bangunan dan dikelilingi tiga orang yang mengenakan rompi serta helm kerja.
Unggahan yang menarasikan foto PM Israel Netanyahu terkena serangan Iran pada Selasa 3 Maret 2026. Faktanya, foto tersebut merupakan suntingan. (Facebook) (Antara)
Narasi yang menyertai unggahan tersebut berbunyi, “Airstrike was successful. The target has been eliminated. Today marks a victory for the world.” Unggahan tersebut kemudian memunculkan spekulasi di media sosial bahwa Netanyahu menjadi sasaran serangan Iran.
Baca Juga: Iran Bombardir Kantor Netanyahu dengan Rudal Mematikan
Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi yang menyebut Benjamin Netanyahu menjadi korban atau sasaran serangan dari Iran.
Tidak ada laporan dari sumber kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang mengonfirmasi klaim tersebut.
Pemeriksaan terhadap gambar menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation menunjukkan bahwa foto tersebut memiliki probabilitas sekitar 99,7 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Sejumlah kejanggalan terlihat pada tekstur kulit, detail tangan atau sarung tangan, serta logo dan patch pada rompi yang tampak tidak jelas dan tidak konsisten.
Sebelumnya, Netanyahu melalui akun media sosial resminya justru menyampaikan perkembangan operasi militer yang disebut “Operasi Singa Mengaum” yang diklaim telah memasuki hari ketiga agresi Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan narasi foto yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Netanyahu Desak Gedung Putih Klarifikasi Soal Dugaan Pembicaraan Rahasia AS dan Iran
Dengan demikian, klaim yang menyebut foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkena serangan Iran merupakan informasi yang tidak benar.
Foto yang beredar diketahui merupakan gambar hasil suntingan atau rekayasa kecerdasan buatan.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)