A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Ukraina Kirim Ahli Drone ke Negara Timur Tengah - Ntvnews.id

Ukraina Kirim Ahli Drone ke Negara Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 05:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)

Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa para ahli drone dari Ukraina akan segera dikirim ke kawasan Timur Tengah untuk membantu menghadapi ancaman serangan drone. Langkah tersebut juga disertai permintaan Kyiv kepada Amerika Serikat agar memberikan rudal pertahanan udara sebagai imbalan atas dukungan teknis tersebut.

"Saya pikir minggu depan, ketika para ahli berada di lokasi, mereka akan melihat situasi dan membantu," kata Zelenskyy dalam konferensi pers saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan bantuan Ukraina kepada AS dan negara-negara Teluk dalam menghadapi drone Iran, sebagaiman dikutip dari Freance 24, Senin, 9 Maret 2026.

Sebelumnya, Zelenskyy juga menyatakan bahwa Ukraina bersedia menyediakan sistem pencegat drone sebagai bentuk kerja sama, meskipun ia tidak menyebut negara mana saja yang akan terlibat dalam rencana tersebut.

Ia menegaskan bahwa negaranya siap berbagi pengalaman dalam menghadapi serangan drone untuk membantu melindungi warga sipil serta infrastruktur energi di Timur Tengah.

Baca Juga: DPR Iran: Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Pangkalan AS Masih Ada

"Kami menerima permintaan dari Amerika Serikat untuk dukungan khusus dalam perlindungan terhadap 'syahid' di wilayah Timur Tengah," kata Zelenskyy dalam pernyataannya.

Sejak konflik dengan Rusia dimulai pada 2022, Kyiv telah membangun sistem pertahanan udara berlapis yang dirancang khusus untuk menghadapi drone. Sistem tersebut meliputi unit tembak bergerak yang kerap menggunakan truk pikap bersenjata senapan mesin berat, teknologi peperangan elektronik, serta pencegat drone yang dikembangkan secara domestik.

Menurut Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, lebih dari 70 persen drone tipe Shahed drone yang menargetkan ibu kota Kyiv berhasil dijatuhkan oleh sistem pencegat pada Februari lalu.

Zelenskyy juga menyebut bahwa beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, telah meminta saran dari Kyiv terkait cara menghadapi drone buatan Iran tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, ia mengaku telah berdiskusi dengan para pemimpin dari Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait mengenai kemungkinan kerja sama keamanan.

Teheran diketahui telah meluncurkan ratusan drone ke target milik AS di negara-negara kawasan setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan udara besar-besaran terhadap Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. <b>(Antara)</b> Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Selama perang melawan Rusia, Ukraina telah mengembangkan metode yang cukup efektif untuk menjatuhkan drone kamikaze Shahed rancangan Iran yang digunakan oleh Moskow dalam konflik tersebut.

"Kami menerima permintaan dari Amerika Serikat untuk dukungan khusus dalam perlindungan terhadap 'Shahed' di wilayah Timur Tengah," tulis Zelenskyy dalam bahasa Inggris di platform media sosial X.

"Saya memberi instruksi untuk menyediakan sarana yang diperlukan dan memastikan kehadiran spesialis Ukraina yang dapat menjamin keamanan yang dibutuhkan." sambung keterangan.

Baca Juga: Presiden Filipina Terapkan Kerja Cuma 4 Hari Gegara Perang di Timur Tengah: Kita Korban Perang

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, Washington meminta bantuan Kyiv untuk memperkuat perlindungan pangkalan militer dan pasukan Amerika di beberapa negara di kawasan.

Sumber tersebut juga menyebut para spesialis Ukraina diperkirakan mulai bekerja di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam wawancara telepon dengan Reuters bahwa dirinya terbuka menerima bantuan dari negara mana pun terkait upaya menghadapi ancaman drone Iran.

x|close