Ntvnews.id, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyampaikan sikap pemerintah Indonesia terkait meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Setelah menerima laporan dari berbagai Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah mengenai situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan di kawasan, Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam/serious concern atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah," ujar Yvonne Mewengkang ddalam keterangan yang diterima NTV di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam pernyataan tersebut, Indonesia juga menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan aksi militer yang berpotensi memperluas ketegangan.
“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait dan Yordania.” tegasnya.
Baca Juga: Rumah Sakit Militer AS di Jerman Kewalahan Tangani Korban Serangan Iran
Lebih lanjut, Indonesia menegaskan pentingnya semua pihak mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional dalam setiap tindakan yang dilakukan.
“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara.” tambahnya.
Pemerintah Indonesia juga mendorong semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang (Tangkapan Layar)
“Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi.” katanya.
Di sisi lain, pemerintah terus memantau dampak konflik terhadap warga negara Indonesia yang berada di kawasan tersebut.
“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah siapkan langkah kontijensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara.” pungkasnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang (Tangkapan Layar)