Ntvnews.id, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pesawat milik Amerika Serikat jenis E-3 Sentry yang dilengkapi sistem peringatan dini dan kendali udara (AWACS). Klaim tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi pada Minggu, 29 Maret 2026.
Menurut IRGC, serangan itu merupakan bagian dari operasi rudal dan drone yang menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Sepah News, operasi tersebut dilaksanakan oleh divisi kedirgantaraan IRGC, dengan beberapa pesawat lain di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Baca Juga: IRGC Luncurkan Serangan Drone ke Fasilitas Militer AS di Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain
Sebelumnya, pada Jumat, 27 Maret 2026, IRGC juga mengklaim telah menyerang pangkalan udara yang berlokasi sekitar 96 kilometer tenggara Riyadh tersebut. Dalam serangan itu, sejumlah pesawat tanker pengisi bahan bakar udara jenis KC-135 dilaporkan rusak, bahkan satu unit disebut hancur.
Di sisi lain, pasukan Iran juga menyatakan berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper yang disebut melakukan pelanggaran di wilayah timur Selat Hormuz. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa sejak konflik berlangsung, sistem pertahanan udara Iran telah menjatuhkan sedikitnya 138 drone.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Ini Sosok Komandan Angkatan Laut IRGC yang Tewas Dibunuh Israel
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran serta sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperluas eskalasi konflik di wilayah tersebut.
(sumber: Antara)
Arsip foto - Rudal melintas di atas Yerusalem dalam serangan yang diluncurkan Iran ke Israel (13/6/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Junqing/tom/am.) (Antara)