BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Lani Nabire untuk Investigasi Dugaan Keracunan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mar 2026, 03:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem (kanan) bersama Kepala SPPG Lani Ayub M. Mamoribo saat memberi keterangan terkait dugaan kasus keracunan di Nabire. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem (kanan) bersama Kepala SPPG Lani Ayub M. Mamoribo saat memberi keterangan terkait dugaan kasus keracunan di Nabire. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lani di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, guna mendalami dugaan kasus keracunan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, di Nabire, Rabu, 18 Maret 2026, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan dari BGN pusat berdasarkan surat Nomor 945/D.TWS/03/2026 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan.

“Langkah ini penting untuk memberikan ruang bagi tim terkait melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru. Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” katanya.

Marsel menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari Kepala SPPG Lani pada 13 Maret 2026 mengenai dugaan kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan pada siswa dan guru setelah mengonsumsi MBG. Menindaklanjuti laporan tersebut, BGN langsung melakukan investigasi awal di lapangan serta melaporkannya kepada Koordinator Regional BGN Provinsi Papua Tengah.

Saat ini, BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut.

Proses pemeriksaan mencakup seluruh tahapan, mulai dari kualitas bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Selain itu, aspek kebersihan dan sanitasi dapur SPPG Lani juga turut dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar keamanan pangan yang berlaku.

“Penutupan sementara dilakukan sebagai respons cepat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasional dapur SPPG Lani akan kembali dibuka setelah proses investigasi dan uji laboratorium selesai serta dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan.

BGN juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena proses investigasi dilakukan secara terbuka oleh instansi terkait.

Diketahui, SPPG Lani saat ini melayani 17 sekolah dengan total 1.892 penerima manfaat yang terdiri dari siswa dan guru.

(Sumber: Antara)

x|close