Sampaikan Duka Cita Mendalam, Kemenkes Buka Suara Atas Meninggalnya Dokter Akibat Campak di Cianjur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 15:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan (Kemenkes)/pri. Tangkapan layar - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan (Kemenkes)/pri. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang dokter berinisial AMW (26 tahun) akibat campak pada Kamis, 26 Maret 2026. Almarhum meninggal saat sedang bertugas sebagai dokter internship di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelum meninggal, Almarhum dilaporkan mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.

"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya. Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan resmi, Jumat, 27 Maret 2026.

Baca Juga: Kasus Campak Turun 95 Persen, Kemenkes Genjot Imunisasi Jelang Lebaran

Sebagai langkah respons cepat, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Dinkes Provinsi Jawa Barat bersama Kemenkes akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada hari ini, Jumat, 27 Maret 2026.

Aji mengatakan bahwa tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan, melakukan penilaian risiko dan memberikan vitamin A untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat.

"Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," Aji menerangkan.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak.

"Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak," tegas Aji.

Baca Juga: Kemenkes Lakukan PE Usai Dokter Meninggal Diduga Campak

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah.

"Untuk pencegahannya masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak," tutupnya.

x|close