Ntvnews.id, Jakarta - Sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap warga Gaza, Ketua Provinsi Jakarta WALUBI 2020-2025, Jandi Mukianto, menyumbangkan sebagian rezekinya untuk meringankan penderitaan warga Gaza. Bantuan tersebut diserahkan langsung di sekretariat pusat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia.
"Menjelang hari suci Waisak 2026 yang akan jatuh pada 31 Mei, saya bersama anak saya menitipkan bantuan ini untuk saudara-saudara di Gaza. Kondisi yang masih belum sepenuhnya stabil ditambah dengan serangan AS-Israel ke Iran, tidak memungkinkan kami untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke sana," ujar Jandi Mukianto, Jumat (27/3/2026).
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dilaporkan oleh OCHA PBB hingga pertengahan Maret 2026, total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 72.000 orang, dengan lebih dari 171.000 orang mengalami luka-luka. Meskipun ceasefire telah diumumkan sejak Oktober 2025, tercatat masih ada ratusan korban jiwa tambahan, sementara ratusan ribu warga terus menghadapi tantangan akses makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal yang layak.
Jandi menambahkan, "Perang yang berkepanjangan ini tidak hanya berdampak pada Palestina, tetapi juga menimbulkan korban kemanusiaan di wilayah lain. Setiap nyawa yang hilang adalah tragedi yang sama, dan penderitaan sipil—terutama anak-anak dan perempuan—harus segera diakhiri."
Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) (Antara)
Jandi berharap di tengah konflik yang masih menyisakan luka mendalam, aksi donasi kemanusiaan menjadi bukti bahwa empati dan solidaritas antarmanusia tidak mengenal batas agama, ras, maupun negara. Penderitaan warga Gaza yang kehilangan keluarga, rumah, dan masa depan adalah pengingat bersama akan kerapuhan kehidupan. Bantuan sekecil apa pun, jika diberikan dengan tulus, dapat menjadi cahaya harapan di tengah kegelapan.
Waisak 2026
Jandi melanjutkan bahwa menjelang Waisak, yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Sang Buddha, Jandi mengingatkan ajaran inti Metta (cinta kasih tanpa syarat) dan Karuna (belas kasih). Dalam Karaniya Metta Sutta, Sang Buddha mengajarkan:
"Seperti seorang ibu yang melindungi anaknya dengan nyawanya sendiri, demikian pula kita harus mengembangkan pikiran cinta kasih yang tak terbatas kepada semua makhluk hidup."
Karuna mendorong kita bukan hanya merasakan penderitaan orang lain, tetapi juga bertindak nyata untuk meringankannya.
"Marilah kita jadikan momen Waisak ini sebagai kesempatan untuk mempraktikkan ajaran Metta dan Karuna secara nyata. Umat Buddha dapat menyalurkan donasi melalui lembaga terpercaya seperti MER-C atau organisasi kemanusiaan lainnya, melakukan doa bersama untuk perdamaian Palestina, Gaza, dan Iran, serta menyebarkan semangat welas asih di lingkungan masing-masing. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah wujud nyata dari komitmen kita sebagai umat Buddha untuk mengurangi dukkha (penderitaan) sesama makhluk hidup," kata Jandi.
MER-C sebagai mitra penyalur bantuan telah lama aktif mendukung upaya kemanusiaan di Gaza, termasuk pengiriman obat-obatan, ambulans, dan paket bantuan musim dingin. Jandi berharap donasi ini dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.
"Semoga perang segera berakhir secara permanen, sehingga perdamaian dan rekonstruksi dapat segera dimulai. Mari kita bersama-sama membangun dunia yang lebih penuh kasih dan welas asih," pungkas Jandi.
Baca Juga: DPR Dukung Penundaan Pengiriman TNI ke Gaza
Jandi Mukianto (kanan), secara simbolis menyampaikan donasinya.(ist) (dok merc)