Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan yang beredar di Facebook mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan 10.000 prajurit robot untuk menyerang Iran. Unggahan tersebut disertai video dan gambar yang menampilkan pasukan robot bersenjata, serta narasi yang menyebut teknologi itu digunakan dalam operasi militer terbaru di kawasan Timur Tengah.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “10 rb prajurit robot canggih AS dan 2500 RB pasukan militer elit sampai di Iran tidak ada harapan lagi”.
Baca Juga: Demonstrasi Terbesar! 8 Juta Warga Amerika Turun ke Jalan Tolak Donald Trump
Namun, setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tidak ada laporan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyatakan bahwa Amerika Serikat mengerahkan ribuan prajurit robot dalam operasi militer di Iran.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Hive Moderation menunjukkan bahwa konten dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Jutaan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan Tolak Gaya Otoriter Donald Trump
Dengan demikian, informasi yang menyebut adanya pengerahan 10.000 prajurit robot oleh Amerika Serikat untuk menyerang Iran merupakan hoaks dan tidak berdasar.
(Sumber: Antara)
Pasukan militer Amerika Serikat melakukan patroli darat di dalam area mekanisme keamanan di timur laut Suriah, Minggu (8/9/2019). ANTARA/REUTERS/HO-US ARMY/Spc. Alec Dionne/aa. (Antara)