Ntvnews.id , Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Di tengah tren global yang menunjukkan lonjakan harga di berbagai negara, pemerintah memastikan harga BBM dalam negeri tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan sepanjang periode Maret hingga awal April 2026.
Berdasarkan data Pertamina per 1 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90) tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar berada di Rp6.800 per liter.
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, harga Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Baca Juga: Harga BBM di AS Terus Naik, Warga Mulai Kecewa
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara lain yang mengalami kenaikan harga signifikan.
Data Global Petrol Prices per 30 Maret 2026 menunjukkan harga BBM setara Pertamax Green 95 di Filipina mencapai Rp26.848 per liter, Malaysia Rp16.313 per liter, Amerika Serikat Rp19.372 per liter, Thailand Rp27.188 per liter, hingga Jerman yang menyentuh Rp41.123 per liter. Kenaikan harga di negara-negara tersebut bahkan mencapai lebih dari 70 persen dalam beberapa kasus.
Meski demikian, harga minyak mentah dunia memang mengalami fluktuasi cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Baga Juga: Harga BBM Naik Tajam, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
Tercatat harga minyak sempat berada di kisaran 71,28 dolar AS per barel dan melonjak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel.
Namun, kebijakan pemerintah Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri sehingga tidak ikut terdampak langsung oleh gejolak global.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menggunakan BBM secara hemat dan efisien serta memilih jenis bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan.
Dalam infografik tersebut ditegaskan, "Masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin."
Beriku Infografiknya:
Konflik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Di tengah fenomena global ini, harga BBM di Indonesia relatif stabil dengan kenaikan tipis. .
Konflik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Di tengah fenomena global ini, harga BBM di Indonesia relatif stabil dengan kenaikan tipis. (Antara)