Ntvnews.id, Meksiko - Dukungan internasional terus mengalir menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat dalam meredakan ketegangan global.
“Saya yakin keputusan terbaru Presiden AS Donald Trump adalah keputusan yang tepat. Tidak ada satu orang pun yang dapat menghancurkan – atau bahkan berbicara tentang kehancuran – peradaban manusia,” kata Petro melalui platform X, dikutip Rabu, 8 April 2026.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh pemerintah Australia. Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong menilai kesepakatan ini sebagai peluang penting untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Khawatir Kembali Diserang, Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS
“Australia menyambut baik kesepakatan Amerika Serikat, Israel dan Iran mengenai gencatan senjata selama dua minggu untuk merundingkan resolusi konflik di Timur Tengah,” demikian pernyataan bersama keduanya.
Selain itu, Australia juga menegaskan komitmennya bekerja sama dengan mitra internasional guna memastikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali berjalan normal demi menjaga pasokan energi global.
Pemerintah Mesir turut menyampaikan pandangan positif.
Kementerian Luar Negeri negara tersebut menilai penghentian konflik ini membuka ruang bagi jalur diplomasi dan dialog damai antara pihak-pihak yang terlibat.
Sikap serupa juga ditunjukkan Jepang.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyambut baik keputusan penghentian serangan militer tersebut.
Baca Juga: Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Penyelesaian Damai Berkelanjutan
Ia menegaskan bahwa prioritas utama Jepang tetap pada “pencapaian penyelesaian situasi, termasuk memastikan keselamatan navigasi di Selat Hormuz.”
Sementara itu, pemerintah Irak menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini dapat membantu menurunkan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, pada Selasa malam, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan. Ia juga menyebut bahwa Iran akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Menurut Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, setelah masa gencatan senjata berlangsung, Teheran akan melanjutkan proses negosiasi dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)