Ntvnews.id, Jakarta - Perceraian orang tua jelas tak pernah diharapkan seorang anak. Hal ini yang dirasakan Raisa Alena Wijayanto, siswa kelas 5 di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta, Jawa Tengah.
Sejak orang tuanya bercerai, Raisa dan saudara kembarnya tinggal bersama bude, kakak perempuan dari orang tua mereka, di Karanganyar. Kedua orang tua Raisa sudah tak mampu lagi membiayai dia dan saudaranya untuk sekolah.
“Orang tua saya sudah cerai. Sudah tidak bisa membiayai saya,” kata Raisa, Minggu, 12 April 2026.
Agar tak menyusahkan bude, Raisa dan kembarannya lantas diajukan untuk bisa belajar di Sekolah Rakyat. Dan mereka pun diterima untuk menjadi siswa kelas 5 di SRD 2 Surakarta.
Bisa sekolah di Sekolah Rakyat membuat semangatnya pelan-pelan terbangun dan tumbuh berkembang. Apalagi ditopang dengan sejumlah fasilitas yang memadai.
Raisa merasakan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan untuk sekolah sudah terfasilitasi dengan baik. Untuk beberapa hal bahkan lebih dari cukup.
Keperluan seperti seragam, tas, sehingga sepatu sudah disediakan. Dia juga bisa tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap mulai dari tempat tidur sendiri, selimut, bahkan disediakan tumbler hingga peralatan mandi.
Ruangan kelas juga bersih dengan fasilitas lengkap seperti papan interaktif digital dengan meja dan kursi nyaman. Guru yang mengajar pun membantu dia untuk terus memupuk cita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan).
Untuk kebutuhan nutrisi siswa, Sekolah Rakyat menyediakan asupan makanan yang memadai. Raisa mengatakan mendapat tiga kali makan dan dua kali kudapan di sela-sela waktu makan.
“Sehari makan tiga kali, snack dua kali. Enak (makanannya). Semoga aku bisa meraih cita-citaku: Polwan,” kata Raisa.
Raisa berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menciptakan program Sekolah Rakyat. Baginya, Sekolah Rakyat adalah jalan untuk menggapai cita-citanya.
“Terima kasih Pak Prabowo telah membuat Sekolah Rakyat ini. Dan saya insya Allah bisa meraih cita-cita saya,” kata dia.
Raisa mewujudkan rasa terima kasih Raisanya dengan membuat surat yang ditujukan kepada Prabowo. Dia berharap Prabowo membaca surat yang dia buat. Berikut isi surat Raisa:
Terima kasih Pak Prabowo telah membuat kami tumbuh setara. Berdiri lebih tegap dan melangkah lebih kuat.
Sekolah Rakyat bukan sekedar gedung tempat belajar, melainkan sebuah gerbang menuju cahaya. Kami tidak hanya belajar berhitung, menulis, tapi kami sedang merajut kembali harapan-harapan yang sempat terkoyak oleh kemiskinan.
Kami percaya bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib. Di mana kami tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi generasi mandiri yang mampu membawa perubahan nyata dan mengangkat derajat kehidupan kami dari lembah kekurangan.
Doa kami sederhana, semoga langkah Bapak dikuatkan. Karena dengan Sekolah Rakyat ini, ada banyak mimpi kecil yang mulai tumbuh pelan-pelan, termasuk mimpi kami.
Raisa Alena Wijayanto.