Basarnas Temukan Dugaan Serpihan Helikopter PK-CFX di Kawasan Hutan Sekadau

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 19:12
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara ditemukannya diduga serpihan bangkai helikopter Airbus H130 PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO- Basarnas Foto udara ditemukannya diduga serpihan bangkai helikopter Airbus H130 PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO- Basarnas (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan adanya temuan serpihan yang diduga merupakan bagian dari helikopter Airbus H130 PK-CFX yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat terbang di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis, 16 April 2026.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter terdeteksi melalui pemantauan udara oleh tim SAR gabungan yang menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU.

"Hasil pemantauan udara diduga ditemukan posisi heli. Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX pada jarak kurang lebih tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak," kata dia.

Baca Juga: Basarnas Kerahkan Tim Cari Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Kalimantan Barat

Ia menambahkan bahwa informasi terkait temuan tersebut telah disampaikan kepada tim darat guna mempercepat proses pencarian dan memudahkan penentuan titik lokasi jatuhnya helikopter untuk keperluan evakuasi.

Helikopter jenis Airbus H130 dengan tipe H-130T2 itu diketahui membawa delapan orang, terdiri atas Kapten Marindra W selaku pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang yaitu Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB.

Baca Juga: Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi Heli Basarnas

Dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, helikopter dilaporkan kehilangan kontak pada pukul 08.39 WIB.

Data Basarnas menunjukkan bahwa sinyal darurat terakhir dari helikopter tersebut terdeteksi di sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Saat ini, tim SAR gabungan yang melibatkan kru pesawat, personel Kopasgat, serta Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang terus melakukan upaya pencarian secara maksimal.

"Mohon doanya semoga proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat. Basarnas berkomitmen melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dibantu oleh seluruh potensi SAR," kata Edy.

(Sumber: Antara)

x|close