Horor! Penembakan di AS Tewaskan 8 Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 03:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api (Pixabay)

Ntvnews.id, Washington D.C - Peristiwa penembakan mematikan terjadi di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat, yang menewaskan sedikitnya delapan anak pada Minggu, 19 April 2026 waktu setempat. Kepolisian menyebut kejadian ini sebagai bagian dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dilansir dari AFP, Selasa, 21 April 2026, pelaku penembakan yang identitasnya belum diungkap, menurut laporan AFP, tewas ditembak aparat setelah sempat melarikan diri dan dikejar menggunakan kendaraan.

Insiden tragis ini terjadi di kota Shreveport, yang berada di wilayah barat laut Louisiana, pada Minggu pagi waktu setempat.

"Ini merupakan TKP yang cukup luas yang membentang di antara dua rumah," ujar Kopral Polisi Chris Bordelon dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa satu rumah lainnya yang menjadi bagian dari lokasi kejadian juga tengah diperiksa oleh tim penyidik.

Baca Juga: TNI Tegaskan Tidak Terlibat dalam Penembakan Anak di Papua

Menurut Bordelon, seluruh korban tewas adalah anak-anak dengan rentang usia antara 1 hingga 14 tahun.

"Beberapa anak yang ada di dalam (rumah) merupakan keturunannya (pelaku penembakan-red)," katanya.

Selain delapan korban meninggal, dua orang lainnya turut terkena tembakan dalam peristiwa tersebut, meskipun kondisi mereka belum diketahui secara pasti.

Ilustrasi Penembakan Ilustrasi Penembakan

Kepolisian menjelaskan bahwa pelaku sempat merampas sebuah kendaraan sebelum akhirnya dikejar oleh aparat. Pengejaran tersebut berakhir ketika polisi melepaskan tembakan yang menewaskan pelaku.

"Kami meyakini dia merupakan satu-satunya individu yang melepaskan tembakan di lokasi-lokasi ini," kata Bordelon.

Motif penembakan masih dalam penyelidikan. Namun, pihak kepolisian menduga insiden ini dipicu oleh "keributan rumah tangga".

Kasus ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan bersenjata di Amerika Serikat, negara di mana akses terhadap senjata api relatif mudah dan kerap memicu insiden serupa setiap tahunnya.

x|close