Ntvnews.id
Dalam laporan harian yang dirilis pada Senin, 20 April 2026 waktu Lebanon, disebutkan pula bahwa sebanyak 7.602 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: AS Fasilitasi Negosiasi Putaran Kedua Israel-Lebanon di Washington
Unit tersebut juga mencatat jumlah pengungsi yang berada di pusat-pusat penampungan mencapai 117.421 orang, dengan total 30.431 keluarga terdampak yang tinggal di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sedikitnya 277 anak di Lebanon meninggal dunia dan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan sejak 2 Maret 2026.
Baca Juga: Drone Israel Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata
Menurut laporan tersebut, kondisi di lapangan masih tergolong rapuh. Pasukan Sementara PBB di Lebanon terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas militer, termasuk operasi penembakan dan penghancuran yang dilakukan oleh pasukan Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
PBB juga menyoroti bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Lebanon saat ini masih belum memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
(Sumber: Antara)
Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)