Ntvnews.id, Kupang - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur, memastikan gempa bumi bermagnitudo 6,0 yang terjadi pada Selasa, 21 April 2026 tidak menimbulkan kerusakan rumah maupun bangunan di wilayah tersebut.
"Tidak ada laporan kerusakan rumah atau bangunan," kata Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Rabu, 22 April 2026.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada di laut sekitar 67 kilometer barat laut TTU dengan kedalaman 31 kilometer.
Baca Juga: Cek Fakta: BMKG Sebut Kemarau 2026 Bakal Jadi yag Terparah
BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di NTT dengan intensitas berbeda. Wilayah Atambua merasakan getaran paling kuat dengan skala III–IV Modified Mercalli Intensity (MMI), sementara Maumere merasakan skala III MMI.
Adapun wilayah lain seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor hingga Ende mengalami getaran dengan skala II–III MMI. Skala II MMI menunjukkan getaran ringan yang dirasakan sebagian orang, sedangkan skala III hingga IV MMI menggambarkan getaran yang lebih terasa di dalam rumah hingga menyebabkan benda-benda bergetar atau bergeser.
Meski guncangan dirasakan cukup lama, pemerintah daerah memastikan tidak ada dampak signifikan yang ditimbulkan.
Baca Juga: Gempa Bumi M 7,6 Guncang Bitung Sulut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
"Banyak warga yang berhamburan keluar, tetapi tidak ada sama sekali korban jiwa atau kerusakan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka Ferdy Muti juga menyampaikan bahwa wilayahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
"Tidak ada laporan atau informasi kerusakan akibat gempa kemarin," ujar dia.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Gempa di Timor Tengah Utara NTT. ANTARA/HO-tangkapan layar (Antara)