A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry Usai Dituduh Lecehkan Santri Sejenis - Ntvnews.id

Klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry Usai Dituduh Lecehkan Santri Sejenis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 22:07
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Syekh Ahmad Al Misry Syekh Ahmad Al Misry (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Syekh Ahmad Al Misry namanya tengah ramai diperbincangkan usai muncul laporan dugaan tindak pelecehan yang dilakukannya kepada 5 orang santri berjenis kelamin laki-laki. 

Melalui sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya @ahmad_almisry2, pendakwah yang telah menjadi warga negara Indonesia tersebut memberikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan tersebut.

Dalam video klarifikasinya, Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa dirinya tidak kabur dan sudah berada di Mesir sebelum kasus ini mencuat. Adapun alasan Syekh Ahmad Al Misry pergi ke Mesir yakni dengan tujuan berobat sang ibu.

"Ini klarifikasi saya kepada saudara kaum muslimin muslimat yang berada di Indonesia dan wilayah lainnya. Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tangga 15 Maret 2026, dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," katanya, 22 April 2026.

Terkait surat panggilan dari Bareskrim baru saja ia terima beberapa hari setelah ia tiba di Mesir.

"Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," jelasnya.

Kendati demikian, Syekh Ahmad Al Misry mengaku akan tetap kooperatif untuk memberikan kesaksian atas kasus yang menyeret namanya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya para penyidik yang memberikan kesempatan menyampaikan kesaksian saya secara online," ungkapnya.

Tak hanya itu, mantan juri hafiz qur'an tersebut membantah soal tuduhan pelecehan yang ramai diberitakan.

"Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," ungkapnya.

Lebih lanjut soal beredarnya bukti Syekh Ahmad Al Misry melakukan dugaan pelecehan dengan membawa nama agama dan dalil nabi, hal itu dibantah langsung oleh yang bersangkutan.

"Yang terakhir tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah Muhammad SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib," pungkasnya.

x|close