Kemendes PDT Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Infrastruktur Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 17:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menandatangani nota kesepakatan bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Selasa 28 April 2026, (ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT) Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menandatangani nota kesepakatan bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Selasa 28 April 2026, (ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, khususnya terkait akses listrik dan keterbatasan jaringan internet atau blank spot.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang ditandai dengan penandatanganan lebih dari 70 Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDT dan berbagai kementerian serta lembaga.

Kerja sama ini bertujuan mempercepat penyediaan fasilitas penting di desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah desa yang belum memiliki infrastruktur memadai.

Baca Juga: Mendes Yandri Ajak Jajaran Kemendes PDT Sukseskan Program Prioritas Nasional

"Kita sadar hari ini masih ada desa yang belum teraliri listrik, masih ada daerah blank spot, hingga sumber air bersih yang belum memadai. Perlu kerja sama dan komitmen kita semua untuk memastikan persoalan ini tuntas di era Presiden Prabowo," ujarnya usai penandatanganan kerja sama di Kantor Kemendes PDT Kalibata, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Kemendes PDT menilai percepatan pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Oleh karena itu, kerja sama diperluas dengan melibatkan PT PLN (Persero) serta akademisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional guna mencari solusi teknis, terutama bagi wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Lebih lanjut, Yandri menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi dari Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan desa memiliki peran strategis bagi kemajuan nasional.

Oleh sebab itu, seluruh pihak, mulai dari kementerian, lembaga, hingga sektor swasta, diajak untuk berkolaborasi melalui program desa binaan agar potensi setiap desa dapat berkembang secara optimal.

Keterlibatan kalangan akademisi seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam bentuk inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan, sehingga sumber daya manusia di wilayah tertinggal dapat bersaing dengan daerah lainnya.

Baca Juga: Mendes Yandri Tekankan Penguatan Pengawasan Internal Kemendes PDT

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Kemendes PDT turut bersinergi dengan Kementerian Transmigrasi karena banyak kawasan transmigrasi masih memerlukan perhatian khusus, terutama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dalam upaya memperkuat implementasi program, turut dilibatkan Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan.

"Desa hari ini adalah subjek pembangunan. Kita arahkan semua energi agar desa berdaya dan maju. Jika desa maju, maka Indonesia akan maju," ujar Menteri Yandri.

(Sumber: Antara)

x|close