Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (Badan Riset dan Inovasi Nasional) memperkenalkan inovasi bahan bakar alternatif bernama Petasol yang berasal dari pengolahan limbah plastik. Inovasi ini menjadi salah satu solusi potensial dalam mengatasi dua persoalan sekaligus, yakni krisis energi dan penumpukan sampah plastik. Petasol disebut telah melalui uji coba dan dinyatakan aman untuk digunakan pada kendaraan maupun mesin.
Secara teknis, Petasol dihasilkan dari proses pengolahan sampah plastik, di mana 1 kilogram plastik dapat diubah menjadi sekitar 0,8 liter bahan bakar. Produk ini juga diklaim memenuhi standar bahan bakar setara solar, bahkan sesuai dengan spesifikasi diesel 48 hingga 51. Hal ini menunjukkan bahwa Petasol memiliki potensi sebagai alternatif energi yang cukup kompetitif di masa depan.
Pengembangan Petasol tidak terjadi secara instan. Inisiatif ini berawal dari gerakan pegiat lingkungan di Banjarnegara sejak 2014 melalui Bank Sampah Banjarnegara (BSB). Pada 2019, teknologi pengolahan ditingkatkan dengan penggunaan zat aditif untuk memurnikan hasil olahan plastik menjadi bahan bakar. Kemudian pada 2022, BRIN mulai terlibat aktif dalam pengembangan, hingga pada 2026 uji coba Petasol diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: BRIN Kaji Teknologi Bantalan Rel Karet Komposit untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta
Dalam proses pembuatannya, plastik terlebih dahulu dipilah dan dibersihkan, kemudian dipanaskan hingga suhu sekitar 450 derajat Celsius sampai berubah menjadi uap. Uap tersebut kemudian didinginkan menjadi cairan, disaring, dan ditambahkan zat aditif agar kualitas bahan bakar meningkat. Proses ini dinilai efektif dalam mengubah limbah yang sulit terurai menjadi produk bernilai guna tinggi.
Selain menjadi solusi energi, Petasol juga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Penggunaannya dapat mengurangi volume sampah plastik serta menekan emisi karbon hingga 79 persen dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut inovasi ini sebagai langkah strategis. “Terobosan ini menjadi solusi untuk menjawab tantangan krisis energi, sekaligus permasalahan sampah plastik,” ujarnya.
Baca Juga: Kepala BRIN: Penutupan Prodi Harus Disertai Transformasi Kurikulum
Saat ini, Petasol telah diuji coba di 84 kabupaten/kota, dengan pemanfaatan beragam, mulai dari bahan bakar mesin perahu nelayan di Jepara, mesin pertanian di Banjarnegara, hingga penggunaan terbatas pada kendaraan pribadi di Cimahi. Ke depan, pengembangan teknologi ini diharapkan semakin luas dan mampu menjadi bagian dari transisi energi bersih di Indonesia.
Berikut Infografiknya:
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan bahan bakar alternatif dari pengolahan limbah plastik bernama Petasol. Produk ini telah diuji dan aman digunakan untuk kendaraan dan mesin. (Antara)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan bahan bakar alternatif dari pengolahan limbah plastik bernama Petasol. Produk ini telah diuji dan aman digunakan untuk kendaraan dan mesin. (Antara)