Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Purbaya: Kita Sudah Terlepas dari Kutukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 17:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Purbaya mengaku sempat  kecemasan hingga tidak bisa tidur menjelang rilis angka pertumbuhan ekonomi tersebut. 

"Saya nggak stress, padahal semalam saya nggak bisa tidur, tercapai nggak, tercapai nggak, tapi begitu tadi 5,61 persen waduh harus nraktir," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Selasa 5 Mei 2026.

Purbaya menilai hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen yang selama ini dianggap sebagai kutukan.

Baca juga: Purbaya Siapkan Subsidi Mobil dan Motor Listrik, Kuota Awal 100 Ribu Unit

"Ini prestasi yang luar biasa loh di tengah gejolak tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu, kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen. Dan dibandingkan dengan triwulan IV tahun lalu kan tumbuhnya lebih cepat. Dulu 5,39 persen," ungkap Purbaya.

"Jadi clear sekali kita sudah terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi," lanjutnya.

Kendati demikian, Purbaya mengingatkan tantangan ke depan masih cukup besar dimana kondisi global yang belum stabil dinilai tetap menjadi risiko bagi perekonomian domestik. 

Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong sektor-sektor yang masih mampu bertahan terutama perusahaan berorientasi ekspor.

"Jadi kita harus pastikan domestiknya tumbuh dengan bagus dan segala mesin atau perusahaan-perusahaan yang ekspor oriented dan masih bisa ekspor, kita akan dukung supaya mereka bisa kompetitif di global market," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya berencana memberikan insentif untuk kendaraan listrik baik mobil maupun motor, dengan kuota masing-masing 100.000 unit. 

Hal tersebut diungkapkan setelah bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di kantor Kementerian Keuangan.

Baca juga: Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Terkait Kebocoran Restitusi Pajak

Purbaya menjelaskan, kebijakan ini disiapkan sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

"Saya ketemu dengan Menteri Perindustrian, saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, kita bisa mengurangi konsumsi BBM," ungkap Purbaya.

Adapun kuota tahap pertama ditetapkan sebanyak 100.000 unit untuk masing-masing jenis kendaraan, baik mobil maupun motor listrik.

Purbaya menegaskan, program ini bersifat bertahap dan fleksibel. Pemerintah akan menambah kuota apabila permintaan masyarakat masih tinggi.

"100 ribu pertama, kalau habis kita kasih lagi," lanjutnya.

x|close