Warning: mkdir(): Permission denied in /www/ntvweb/system/core/Log.php on line 131

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mkdir(): Permission denied

Filename: core/Log.php

Line Number: 131

Backtrace:

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Purbaya Ungkap Hasil Pertemuan dengan S&P, Singgung Defisit dan Penerimaan - Ntvnews.id

Purbaya Ungkap Hasil Pertemuan dengan S&P, Singgung Defisit dan Penerimaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 17:23
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan hasil pertemuannya dengan lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor's (S&P) pada Rabu 3 Juni 2026 kemarin.  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan hasil pertemuannya dengan lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor's (S&P) pada Rabu 3 Juni 2026 kemarin. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan hasil pertemuannya dengan lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor's (S&P) pada Rabu 3 Juni 2026 kemarin. 

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengatakan pemerintah berupaya menjelaskan secara menyeluruh kondisi serta fondasi ekonomi Indonesia kepada S&P. 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar S&P itu memahami posisi dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

"Pada dasarnya kita jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa biar mereka mengerti pondasi ekonomi kita seperti apa," ucap Purbaya, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca juga: Purbaya soal Dolar AS Tembus Rp18.000: Saya Serahkan ke BI

Menurutnya, S&P dalam pertemuan tersebut lebih banyak mencari informasi dan melakukan klarifikasi terkait perkembangan ekonomi Indonesia. 

Purbaya juga memaparkan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan fiskal negara, termasuk langkah-langkah mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3 persen baik pada tahun ini maupun tahun depan.

"Jadi  dia hanya mencari informasi dan kita jelaskan semaksimal mungkin dari posisi kita, utamanya keseriusan kita menjaga defisit di bawah 3 persen. Dan kita jelaskan cara-cara tahun ini mau ke tahun depan dan semua termasuk perbaikan kondisi ekonomi kita," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memaparkan sejumlah perkembangan ekonomi yang dinilai positif, salah satunya perbaikan penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan.

Baca juga: Purbaya Optimistis Meski IHSG Ambles 33 Persen Sepanjang 2026: Ekonomi Kita Bagus

Ia menyebut pertumbuhan penerimaan pajak pada Mei 2026 mencapai 22,1 persen secara tahunan. 

"Pertumbuhan penerimaan yang signifikan. Mei itu pertumbuhan pajaknya 22,1 persen. Jadi jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu satu hal yang menggembirakan," tandasnya.

x|close