Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu 24 Juni 2026 bergerak melemah.
Adapun mata uang Garuda tercatat turun 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.931 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan global.
“Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekuatiran tingkat suku bunga tinggi,” ucap Lukman, Rabu 24 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Senin Melemah ke Rp17.813 per Dolar AS, Investor Cermati Negosiasi Perdamaian AS-Iran
Meski demikian, Lukman menilai terdapat sentimen positif yang berpotensi menahan pelemahan rupiah.
Salah satunya adalah keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang atau emerging market dalam indeks pasar ekuitas global.
Menurutnya, keputusan tersebut dapat membantu menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
“Namun kabar baik dari MSCI yang masih mempertahankan status emerging market pasar ekuitas Indonesia bisa sedikit banyak mendukung rupiah,” lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)