Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan belum memiliki rencana untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Hal tersebut disampaikan menyusul meluasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak global.
Bahlil menegaskan masyarakat tidak perlu cemas terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia karena harga BBM subsidi tetap dipertahankan.
"Kalau harga yang disubsidi yang bensin, Pertalite itu mau naik berapapun tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," ucap Bahlil dalam konferensi pers, Selasa, 3 Maret 2026.
Baca juga: Bahlil: Indonesia Alihkan Sebagian Impor Minyak Mentah dari Timur Tengah ke AS
Baca juga: Airlangga Akui Harga BBM Berpeluang Naik Akibat Perang Israel-AS vs Iran
Konflik memanas setelah serangan udara Israel ke fasilitas strategis Iran pada 28 Februari 2026, yang disusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei oleh AS.
Kondisi ini sempat mendorong harga minyak mentah Brent melonjak hingga menyentuh level USD82,37 per barel.
Sementara itu, BBM non-subsidi bergerak mengikuti dinamika pasar global atau bersifat fluktuatif, tergantung pada perkembangan harga minyak dunia.
Dalam hal ini, Bahlil memastikan kondisi dalam negeri tetap terkendali.
"Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, Insya Allah belum ada kenaikan harga BBM ya," tandasnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan belum memiliki rencana untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)