BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026 untuk 122 Ribu Debitur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 20:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara kawasan perumahan subsidi di Kelurahan Watulondo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (8/11/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/rwa. Foto udara kawasan perumahan subsidi di Kelurahan Watulondo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (8/11/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/rwa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) mencapai Rp16,79 triliun hingga Februari 2026. Program ini telah menjangkau sebanyak 122.838 debitur di seluruh Indonesia.

Perseroan menyebut capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak.

“BRI berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran KPR subsidi ini merupakan bagian dari peran BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: BNI Mantapkan Peran di Program Perumahan, Siap Salurkan 17.356 KPR FLPP pada 2026

Dari total penyaluran tersebut, KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan nilai Rp16,38 triliun. Sementara itu, KPR Tapera tercatat sebesar Rp316,93 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp91,65 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp8,89 miliar.

Hery menilai capaian ini mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan, sekaligus memperluas peluang masyarakat untuk memiliki rumah sendiri. Selain itu, pembangunan kawasan hunian juga dinilai memberikan efek berganda terhadap perekonomian.

Aktivitas pembangunan perumahan diyakini mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, hingga logistik. Tak hanya itu, keberadaan kawasan hunian baru juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitarnya.

Baca Juga: BRI Region 7 Jakarta 2 Hadiri Acara Akad Massal 26.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci Bersama Presiden RI

Hery menambahkan bahwa jaringan BRI yang tersebar luas menjadi kekuatan utama dalam menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

“Ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Dengan dukungan jaringan lebih dari 7 ribu unit kerja di seluruh Indonesia, BRI optimistis program pembiayaan perumahan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah,” tutup Hery.

(Sumber: Antara)

x|close