Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai Pancasila agar tidak kehilangan identitas budaya dan cara pandang bangsa.
Dalam diskusi bersama peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026), Nezar menyatakan bahwa Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada teknologi global dalam mengembangkan AI.
“Kami menginginkan AI berdaulat dengan budaya dan nilai-nilai sosial kami juga,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan arah yang jelas dengan menjadikan Pancasila sebagai norma utama dalam pengembangan dan pemanfaatan AI di berbagai sektor. Hal ini berlaku bagi seluruh pengembang, perusahaan, maupun lembaga yang mengadopsi teknologi tersebut.
Wamen Nezar Patria: Pengembangan AI Indonesia Harus Berpijak pada Nilai Pancasila (Istimewa)
“Kami menetapkan Pancasila sebagai norma yang harus dirujuk oleh semua pengembang AI,” tegasnya.
Nezar menilai pendekatan berbasis nilai ini penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi yang dibentuk negara lain, tetapi mampu menciptakan teknologi yang sesuai dengan konteks sosialnya sendiri.
Baca Juga: Nezar Patria Dorong Lompatan Digital, Tekankan Inovasi Nyata untuk Masyarakat
Ia juga menyoroti dominasi negara maju dalam perkembangan teknologi global yang berpotensi menjadikan negara berkembang hanya sebagai pasar. Karena itu, Indonesia mendorong kolaborasi yang lebih inklusif agar negara berkembang dapat ikut berperan dalam membangun teknologi.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi ikut membentuknya sesuai kebutuhan dan nilai kita,” katanya.
Selain itu, pemerintah telah merampungkan penyusunan peta jalan nasional AI yang akan menjadi pedoman lintas sektor. Dokumen tersebut saat ini telah diserahkan ke Sekretariat Negara dan menunggu penetapan sebagai peraturan presiden.
Nezar menjelaskan, penyusunan peta jalan tersebut melibatkan proses panjang dengan lebih dari 24 putaran diskusi bersama ratusan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Dengan strategi berbasis nilai ini, Indonesia menargetkan pengembangan AI tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga menjaga identitas serta kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Wamen Nezar Patria: Pengembangan AI Indonesia Harus Berpijak pada Nilai Pancasila (Istimewa)