Menlu Iran Komunikasikan Proposal Damai dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 20:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengomunikasikan proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri konfliknya dengan Amerika Serikat (AS) kepada sejumlah menlu di Asia dan Eropa. ANTARA/Xinhua. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengomunikasikan proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri konfliknya dengan Amerika Serikat (AS) kepada sejumlah menlu di Asia dan Eropa. ANTARA/Xinhua. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengomunikasikan proposal terbaru Teheran guna mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat kepada sejumlah mitra internasional di Asia dan Eropa.

Dalam serangkaian pembicaraan terpisah pada Jumat, 1 Mei 2026 dan Sabtu, 2 Mei 2026, Araghchi berdiskusi mengenai perkembangan kawasan serta upaya gencatan senjata dengan pejabat dari berbagai negara, termasuk Turki, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Irak, Azerbaijan, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Prancis, dan Italia. Ia juga berkomunikasi dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menegaskan bahwa “agresi militer” oleh AS dan Israel telah meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Kecam Pernyataan Trump soal Penyitaan Kapal

Ia menekankan bahwa Iran tidak memulai konflik dan tetap membuka ruang diplomasi, dengan syarat AS menghentikan pendekatan maksimalis, ancaman, serta tindakan provokatifnya.

Araghchi juga menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap sepenuhnya untuk mempertahankan negara dari segala ancaman.

Selain itu, ia mengapresiasi peran “konstruktif” sejumlah negara di kawasan dalam mendorong jalur diplomasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan senior dan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Maskapai Asia-Pasifik Catat Lonjakan Penumpang di Tengah Konflik Timur Tengah

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, namun perundingan lanjutan antara Iran dan AS di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa Iran juga telah mengirimkan proposal baru kepada Pakistan sebagai bagian dari upaya negosiasi tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close