A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

AS dan China Sepakat Tolak Tarif Tol di Selat Hormuz - Ntvnews.id

AS dan China Sepakat Tolak Tarif Tol di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 12:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi sepakat bahwa tidak boleh ada negara yang mengenakan tarif tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Tommy Pigott kepada Kantor Berita Kyodo pada Selasa, 12 Mei 2026, mengatakan kesepakatan tersebut dicapai saat Rubio dan Wang melakukan pembicaraan melalui telepon pada Rabu, 30 April 2026.

“Keduanya sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan mengenakan biaya tol untuk melintasi jalur air internasional, seperti Selat Hormuz,” kata Pigott.

Baca Juga: Trump Klaim Xi Jinping Setuju Hentikan Kirim Senjata ke Iran

Menurut Pigott, kedua negara juga memiliki pandangan yang sama bahwa Washington dan Beijing perlu membangun hubungan yang konstruktif dan stabil secara strategis dengan dasar saling menghormati serta hubungan timbal balik.

“Menurut dia, kedua pihak juga sepakat bahwa Washington dan Beijing perlu membangun hubungan konstruktif yang stabil secara strategis, berdasarkan rasa saling menghormati dan timbal balik.”

Kesepakatan tersebut muncul di tengah situasi Iran yang disebut masih membatasi jalur pelayaran utama minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi itu membuat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.

Trump disebut merasa frustrasi karena minimnya kemajuan pembicaraan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara harga bahan bakar di dalam negeri Amerika Serikat masih tinggi.

Baca Juga: Xi Jinping dan Ketua Partai KMT Taiwan Bahas Unifikasi dalam Pertemuan Perdana Setelah Satu Dekade

Karena itu, Trump diperkirakan akan meminta Xi untuk “mendesak” Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

China sendiri diketahui merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran sekaligus jalur ekonomi penting bagi Teheran.

Rubio turut mendampingi lawatan Trump ke Beijing bersama Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.

Trump dijadwalkan bertemu Xi pada Kamis, 14 Mei 2026, dan Jumat, 15 Mei 2026.

(Sumber: Antara)

x|close