Rusia Terbangkan Pesawat Pengebom di Laut Norwegia, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kremlin Kremlin (( (Antara (Xinhua) ))

Ntvnews.id, Moskow - Rusia kembali menunjukkan aktivitas militernya di kawasan utara dengan mengerahkan pesawat pengebom strategis Tu-160 untuk menjalankan misi di atas perairan Laut Barents dan Laut Norwegia.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa, 23 Juni 2026 mengungkapkan bahwa pesawat Tu-160 diterbangkan dalam rangka latihan militer yang berlangsung di wilayah udara internasional tersebut.

Operasi penerbangan itu berlangsung selama kurang lebih 16 jam. Namun, pihak kementerian tidak mengungkapkan secara rinci waktu pelaksanaan misi tersebut.

Dilaporkan oleh Anadolu Agency, awak pesawat Tu-160 menjalani latihan pengisian bahan bakar di udara selama penerbangan berlangsung. Latihan itu menjadi bagian dari skenario operasi jarak jauh yang biasa dilakukan angkatan udara Rusia.

Pesawat bomber strategis Tupolev Tu-160 tersebut mendapat pengawalan dari jet tempur Mikoyan MiG-31. Selain itu, sejumlah pesawat tempur milik negara lain juga dilaporkan mengawal atau memantau penerbangan tersebut selama berada di kawasan udara internasional.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa seluruh aktivitas penerbangan dilakukan sesuai dengan aturan internasional yang mengatur penggunaan wilayah udara.

Baca Juga: Rusia Cabut Imbauan Perjalanan ke Negara-negara Teluk Setelah Tercapainya Kesepakatan AS-Iran

Moskow diketahui secara rutin melaksanakan patroli dan latihan penerbangan jarak jauh di berbagai kawasan perairan internasional, termasuk wilayah Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik, Laut Baltik, serta Laut Hitam.

Pengerahan Tu-160 kali ini kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Eropa dan Atlantik Utara. Pesawat tersebut merupakan salah satu aset strategis utama Rusia yang dirancang untuk menjalankan misi serangan jarak jauh dan memiliki kemampuan membawa persenjataan konvensional maupun nuklir.

Dengan durasi penerbangan yang mencapai belasan jam serta melibatkan latihan pengisian bahan bakar di udara, operasi ini menunjukkan kemampuan Rusia dalam mempertahankan kesiapan armada pembom strategisnya untuk menjalankan misi jarak jauh di berbagai kawasan strategis dunia.

x|close